Dunia

Menlu RI Tegaskan Turkiye sebagai Mitra Strategis, Undang Presiden Erdogan ke KTT D8 di Jakarta

Kedua negara membahas penguatan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan energi terbarukan.

Gökhan Çeliker, Sümeyye Dilara Dinçer  | 09.01.2026 - Update : 09.01.2026
Menlu RI Tegaskan Turkiye sebagai Mitra Strategis, Undang Presiden Erdogan ke KTT D8 di Jakarta Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono. (Credit by Ahmet Serdar Eser - Anadolu)

ANKARA/ISTANBUL

Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono menegaskan bahwa Turkiye merupakan mitra strategis bagi Indonesia dan termasuk sedikit negara yang memiliki hubungan dialog tingkat tinggi secara rutin dengan Jakarta, menyusul pertemuan bersama menteri luar negeri dan pertahanan kedua negara di Ankara.

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono usai Pertemuan Bersama Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Turkiye–Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan dan Menteri Pertahanan Turkiye Yaşar Güler.

Pertemuan ini merupakan pertemuan bersama pertama antara kementerian luar negeri dan pertahanan kedua negara.

Sugiono menyatakan kunjungannya ke Turkiye merupakan sebuah kehormatan dan kebahagiaan.

Ia menekankan bahwa pertemuan ini digelar setelah pelaksanaan pertemuan pertama Dewan Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi Indonesia–Turkiye yang berlangsung pada 2025 dengan kehadiran Presiden Indonesia dan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan.

“Turkiye adalah mitra strategis bagi Indonesia. Indonesia hanya memiliki sedikit mitra yang memiliki dialog reguler pada tingkat seperti ini,” ujar Sugiono.

Ia menilai pertemuan tersebut memiliki arti strategis karena membahas berbagai prioritas utama bilateral, termasuk kerja sama ekonomi.

Sugiono menyebut peningkatan akses pasar bagi produk strategis dan penyelesaian perjanjian perdagangan bebas preferensial menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih luas.

Menurutnya, langkah tersebut berpotensi membuka peluang ekonomi besar yang akan menguntungkan kedua negara.

Di sektor energi, Sugiono menyampaikan bahwa Indonesia dan Turkiye sepakat memperkuat kerja sama di bidang energi terbarukan.

Kedua negara juga menyetujui pengembangan ekosistem baterai secara bersama, investasi di sektor petrokimia, proyek energi dan pertambangan, serta pembentukan dana bersama untuk mendukung proyek-proyek strategis.

Sugiono juga menekankan pentingnya kerja sama pertahanan bagi Indonesia, terutama dalam upaya mencapai kemandirian strategis di tengah dinamika regional dan global yang semakin kompleks.

Ia menambahkan bahwa Ankara dan Jakarta secara rutin berkoordinasi dan bertukar pandangan di berbagai forum internasional, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, Organisasi Kerja Sama Islam, D8, dan ASEAN.

Menurutnya, kedua negara memiliki kepentingan bersama dalam mendorong sistem ekonomi global yang lebih adil serta memperkuat kerja sama di dunia Islam.

Terkait isu Palestina, Sugiono menyatakan Indonesia terus berupaya melindungi hak-hak rakyat Palestina dan mendorong penyelesaian krisis Gaza melalui berbagai platform internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Sugiono juga mengundang Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdoğan beserta delegasi untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi D8 yang akan digelar di Jakarta tahun ini.

Ia juga menyatakan harapannya agar Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan dapat hadir dalam pertemuan tersebut.

Sugiono menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap upaya Turkiye untuk menjadi mitra dialog ASEAN.

Ia menyebut Indonesia memiliki minat besar untuk melihat kerja sama konkret antara ASEAN dan Turkiye, khususnya di bidang ekonomi.

Ia menutup pernyataannya dengan menyebut pertemuan tersebut berlangsung sangat produktif dan meyakini hubungan Indonesia–Turkiye akan semakin mendalam serta membawa dampak positif bagi kedua negara.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın