ANKARA
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen pada Rabu mengatakan bahwa dia berharap China, yang memiliki hubungan dekat dengan Rusia, akan turun tangan untuk mengakhiri perang Moskow di Ukraina.
"Perang di Ukraina dan sanksi terhadap Rusia mengarahkan pada peran penting China," kata dia dalam pidatonya di Dewan Atlantik.
"China telah lama mengklaim memegang prinsip-prinsip kunci internasional yang sakral - termasuk yang diabadikan dalam Piagam PBB sehubung dengan kedaulatan dan integritas teritorial," lanjut Yellen.
Perang Rusia di Ukraina, yang dimulai pada 24 Februari, telah menarik kecaman internasional, menyebabkan sanksi keuangan yang berat di Moskow, dan mendorong eksodus perusahaan global dari Rusia.
Yellen mengatakan China tidak dapat mengharapkan komunitas global untuk menghormati seruannya terhadap prinsip-prinsip kedaulatan dan integritas teritorial di masa depan jika tidak menghormati prinsip-prinsip seperti itu.
“Selanjutnya akan semakin sulit untuk memisahkan masalah ekonomi dari pertimbangan kepentingan nasional yang lebih luas, termasuk keamanan nasional.”
“Sikap dunia terhadap China dan kesediaannya untuk merangkul integrasi ekonomi lebih lanjut mungkin akan dipengaruhi oleh reaksi China terhadap seruan kami untuk menindak tegas Rusia," tutur Yellen.
Dia juga membuat daftar beberapa solusi untuk menyelesaikan masalah tentang perang di Ukraina.
Yellen menyerukan modernisasi pendekatan multilateral yang digunakan untuk membangun integrasi perdagangan, menerapkan kesepakatan pajak global yang diusulkan tahun lalu, termasuk 137 negara yang mewakili hampir 95 persen dari PDB dunia, dan menyediakan alat bagi IMF untuk memerangi krisis keuangan global.
Dia juga mengusulkan agar China memikirkan kembali strategi dan institusi untuk lebih memobilisasi modal untuk mendukung negara-negara berkembang, mempercepat masa depan energi yang lebih bersih, dan meningkatkan arsitektur kesehatan global untuk meningkatkan respons pandemi.