Muhammad Abdullah Azzam
31 Desember 2019•Update: 01 Januari 2020
Husseın Mahmoud Ragab Elkabany, Çağrı Koşak
KAIRO
Liga Arab akan melakukan pertemuan mendadak tingkat perwakilan permanen pada Selasa untuk membahas perkembangan di Libya.
Menurut laporan dari kantor berita resmi Mesir MENA, keputusan pertemuan Liga Arab itu atas permintaan dari Mesir.
Laporan tersebut menyebut pertemuan yang membahas situasi terbaru di Libya akan dipimpin oleh perwakilan Irak.
Menurut harian resmi Mesir Akhbar al-Yaum, pemerintah Kairo meminta Liga Arab untuk mengadakan pertemuan mendesak untuk menentukan posisi bersama atas perkembangan di Libya yang dapat berubah ke tingkat yang membahayakan keamanan kawasan.
Sejak lengser dan wafatnya Muammar Khaddafi pada 2011, muncul dua kursi kekuasaan yang saling bersaing di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi yang diakui PBB dan masyarakat internasional.
Pada April, pasukan Khalifa Haftar yang berbasis di Libya Timur melancarkan kampanye militer untuk merebut Tripoli dari GNA, tetapi sejauh ini gagal mencapai kemajuan.
Menurut data PBB, lebih dari 1.000 orang terbunuh dan 5.000 lainnya terluka sejak awal operasi diluncurkan.