Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
03 Januari 2020•Update: 03 Januari 2020
Hussein Mahmoud Ragab Elkabany, Ali Semerci
TRIPOLI
Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui PBB pada Kamis mengkritik Liga Arab atas pernyataannya yang mengacu pada campur tangan asing di negara itu.
Kementerian Luar Negeri Libya mengatakan pernyataan Sekretariat Jenderal liga bahwa intervensi negara-negara non-Arab di negara itu tidak dapat diterima adalah penilaian yang salah.
"Apakah ada intervensi yang lebih besar daripada serangan udara negara-negara Arab di Ibu Kota Tripoli, untuk membantu gerilyawan ilegal yang mencoba mengambil alih dan mengubah sistem pemerintahan?" kata kementerian.
Menekankan bahwa salah satu tugas Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit adalah mencoba menyelesaikan perselisihan antara negara-negara Arab, Kementerian Luar Negeri mencatat belum ada upaya untuk menghentikan serangan terhadap Tripoli.
"Intervensi militer negara-negara non-Arab terhadap tanah Arab ditolak oleh semua negara Arab," kata Gheit pada Rabu, menurut seorang sumber dari Sekretariat Jenderal.
Parlemen Turki pada Kamis meratifikasi mosi yang memberi wewenang kepada pemerintah untuk mengirim pasukan ke Libya.
"Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya meminta bantuan militer ke Turki dalam perjuangannya melawan ancaman terhadap persatuan dan stabilitas Libya," bunyi mosi tersebut.
Pasukan Haftar meluncurkan kampanye militer untuk merebut Tripoli dari Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional pada April, tetapi mereka sejauh ini terus menghadapi kegagalan.
Pada 27 November, Turki dan Libya menandatangani pakta kerja sama militer dan perjanjian perbatasan laut di Mediterania Timur
Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat pengakuan PBB dan internasional.