Marıa Elısa Hospıta
03 Januari 2020•Update: 06 Januari 2020
Mohammed Dhaysane
MOGADISHU, Somalia
Serangan terhadap jurnalis di Somalia terus berlanjut di tahun 2019.
"Setidaknya 81 jurnalis mengalami serangan fisik saat bertugas, sementara 50 lainnya ditangkap oleh pihak berwenang," ungkap Sekretaris Jenderal Sindikat Jurnalis Somalia (SJS) Abdalle Ahmed Moumin kepada Anadolu Agency.
Menurut SJS, ada 18 jurnalis yang ditangkap di Somaliland, dan lima lainnya di negara bagian Puntland.
"Polisi Puntland bahkan melakukan penggerebekan ke rumah-rumah jurnalis karena menerbitkan laporan investigasi yang dianggap kritis terhadap negara," tambah Moumin pada Jumat.
Meskipun pembunuhan jurnalis jauh lebih jarang dari tahun-tahun sebelumnya, tetapi jumlah penangkapan sewenang-wenang, serangan, dan pemecatan tetap stabil.
Sekjen serikat jurnalis itu mengatakan otoritas lokal dan federal terus menikmati impunitas dan menggunakan kekuasaan mereka untuk menekan para jurnalis Somalia.
Selama 2019, ada enam kantor media yang dibredel, termasuk lima stasiun televisi dan satu surat kabar.
Di tahun yang sama, dua wartawan dibunuh, salah satunya Hodan Nalayeh dari Kota Kismayo.
Tiga wartawan juga terluka tahun lalu. Dua di antaranya menderita luka tembak.