Turki, Dunia

'Singkirkan Turki dari F-35 berdampak buruk bagi NATO'

Keputusan unilateral untuk mencoba mengeluarkan Turki dari proyek tidak didasarkan pada justifikasi yang sah, kata menteri pertahanan

Rhany Chairunissa Rufinaldo   | 19.07.2019
'Singkirkan Turki dari F-35 berdampak buruk bagi NATO' Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar. (Arif Akdoğan - Anadolu Agency)

Ankara

Sarp Ozer

ANKARA

Menteri Pertahanan Turki mengatakan penghapusan Turki dari program jet tempur F-35 juga akan memiliki dampak yang merugikan pada kekuatan NATO, terutama pada sisi Selatan.

"Mengharapkan dari AS untuk menghindari langkah-langkah yang dapat membahayakan hubungan kedua negara adalah hak paling wajar bagi Turki sebagai mitra strategis," kata Hulusi Akar kepada Anadolu Agency setelah inspeksi pasukan di sepanjang perbatasan negara itu dengan Suriah, Kamis.

Akar menegaskan bahwa keputusan sepihak dan tidak adil untuk mencoba mengeluarkan Turki dari proyek F-35 itu tidak didasarkan pada justifikasi yang sah.

Pada Rabu, Washington mengumumkan akan mengeluarkan Turki dari program jet tempur F-35, menyusul ancaman serupa yang dilayangkan atas pembelian sistem S-400 Rusia.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa hubungan Turki-AS tidak akan menjadi lebih sehat dengan cara pemaksaan unilateral seperti itu.

Setelah upaya membeli sistem pertahanan udara dari AS berakhir tanpa hasil, Ankara menandatangani kontrak untuk membeli S-400 dari Rusia pada 2017.

Pejabat AS berpendapat bahwa sistem Rusia tidak sesuai dengan sistem NATO.

Turki, bagaimanapun, menekankan bahwa S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO dan tidak akan menimbulkan ancaman bagi aliansi.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın