Muhammad Nazarudin Latief
08 April 2019•Update: 08 April 2019
Walid Abdullah
TRIPOLI
Bentrokan sengit meletus pada Minggu antara pasukan yang bermarkas di Libya Timur dan pasukan pemerintah di pinggiran ibukota Libya, Tripoli.
Tembakan terdengar di Tripoli selatan dan tengah antara pasukan yang dipimpin oleh komandan Khalifa Haftar - yang menurut laporan berusaha merebut kendali ibukota - dan pasukan yang setia kepada Pemerintah yang didukung PBB tentang Kesepakatan Nasional (Government on National Accord/GNA), menurut koresponden Anadolu Agency. .
Setidaknya 21 orang tewas dan 27 lainnya terluka dalam bentrokan bersenjata di ibukota Libya, menurut Kementerian Kesehatan di bawah GNA.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Amin Al-Hashemi mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa warga sipil termasuk di antara korban.
Media lokal melaporkan bentrokan juga di sekitar Bandara Internasional Tripoli lama, yang telah direbut oleh pasukan Haftar.
Pada Kamis, Haftar meluncurkan kampanye militer untuk merebut kembali Tripoli dari pasukan GNA.
Libya dilanda gejolak sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO menggulingkan Presiden Muammar Khaddafi setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, perpecahan politik negara itu telah menghasilkan dua kekuatan yang saling bersaing: satu di kota timur Al-Bayda, di mana Haftar terhubung, dan satu lagi di Tripoli.
Ditulis oleh Mahmoud Barakat dan Erdogan Cagatay Zontur