Ali Atar
09 Juli 2026•Update: 09 Juli 2026
Sekretariat Industri Pertahanan Turkiye (SSB) menyatakan lebih dari separuh ekspor sektor pertahanan dan kedirgantaraan negara itu dalam 12 bulan terakhir ditujukan ke negara-negara anggota NATO.
Otoritas Turkiye itu juga menegaskan industri pertahanan negaranya terus memperkuat posisinya sebagai mitra solusi tepercaya melalui produk-produk berteknologi tinggi.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun media sosialnya, Rabu, SSB memaparkan perkembangan kapasitas industri pertahanan Turkiye, proyek-proyek yang sedang berjalan, serta kerja sama internasional yang terus diperluas.
SSB menyebut ekosistem industri pertahanan Turkiye saat ini terdiri atas lebih dari 4.000 perusahaan yang dikoordinasikan untuk mencapai tujuan bersama, dengan lebih dari 1.400 proyek dijalankan secara bersamaan.
Lembaga tersebut juga menyatakan diplomasi industri pertahanan yang dijalankannya telah mendorong kemampuan nasional menjadi bagian dari berbagai kerja sama di tingkat global.
Ekspor ke negara NATO terus meningkat
SSB menyoroti peningkatan strategis ekspor industri pertahanan dan kedirgantaraan Turkiye dalam beberapa tahun terakhir.
"Dalam 12 bulan terakhir, lebih dari 56 persen dari ekspor pertahanan dan kedirgantaraan kami yang melampaui US$11 miliar ditujukan ke negara-negara NATO. Mulai dari pesawat nirawak, pesawat latih jet, pusat komando dan kendali, perangkat lunak militer, platform darat dan laut, hingga teknologi peperangan elektronik, kami menjadi mitra solusi tepercaya bagi negara-negara sahabat dan sekutu kami," demikian pernyataan SSB.
SSB menambahkan nilai ekspor per kilogram industri pertahanan Turkiye kini telah mencapai 40 kali lipat dibandingkan rata-rata nasional, yang disebut sebagai bukti nyata kemajuan negara tersebut dalam memproduksi teknologi tinggi.
Dalam pernyataannya, SSB juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan atas visi dan dukungannya terhadap perkembangan industri pertahanan nasional.