13 Februari 2026•Update: 16 Februari 2026
ISTANBUL
Kremlin mengumumkan putaran berikutnya perundingan damai Rusia dan Ukraina akan digelar pada 17–18 Februari di Jenewa, Swiss, dalam format trilateral yang juga melibatkan Amerika Serikat.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan perundingan lanjutan terkait penyelesaian konflik Ukraina itu akan berlangsung dalam format tiga pihak.
“Putaran berikutnya perundingan mengenai penyelesaian Ukraina juga akan berlangsung dalam format trilateral pada 17–18 Februari di Jenewa,” ujar Peskov kepada wartawan dalam konferensi pers, Jumat.
Ia menambahkan delegasi Rusia dalam perundingan tersebut akan dipimpin oleh penasihat presiden Vladimir Medinsky.
Sebelumnya pada hari yang sama, Peskov mengonfirmasi bahwa telah dicapai kesepakatan untuk menggelar putaran perundingan berikutnya “pekan depan”, namun belum merinci waktu dan lokasi.
Rusia dan Ukraina telah menggelar dua putaran perundingan damai yang dimediasi AS di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Januari dan awal bulan ini. Dalam perundingan tersebut, kedua pihak menyepakati pertukaran tawanan perang pertama dalam lima bulan terakhir.
Pembahasan mengenai putaran baru perundingan mengemuka setelah pertemuan terakhir pada 4–5 Februari. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, dalam wawancara dengan Bloomberg News yang dipublikasikan Rabu, menyatakan perundingan lanjutan diperkirakan berlangsung pada 17–18 Februari.
Hingga kini, otoritas Rusia maupun AS belum memberikan komentar resmi atas pernyataan terbaru Peskov.
Kerja sama ekonomi Rusia-AS
Dalam kesempatan yang sama, Peskov juga menanggapi laporan Bloomberg News yang menyebut Rusia mengusulkan kerja sama ekonomi kepada AS dan adanya minat dari perusahaan kedua negara.
Ia mengatakan pembahasan konkret mengenai perluasan kerja sama ekonomi Rusia-AS kecil kemungkinan dilakukan sebelum tercapai penyelesaian atas konflik Ukraina.
Mengutip memo tingkat tinggi Rusia, Bloomberg melaporkan bahwa Moskow telah menyampaikan proposal kemitraan ekonomi luas kepada Washington, termasuk peluang investasi bersama di sektor gas alam dan bahan baku kritis.
Menurut laporan tersebut, dokumen yang disusun awal tahun ini juga menyoroti keinginan Rusia untuk kembali ke sistem penyelesaian transaksi berbasis dolar.
Menanggapi hal itu, Peskov menegaskan Rusia tidak pernah meninggalkan penggunaan dolar.
“Negara penerbitnya, yaitu AS, yang membatasi penggunaan dolar oleh sejumlah negara,” ujarnya.
Ia menambahkan jika dolar tetap menarik, maka banyak pihak akan kembali menggunakannya berdampingan dengan mata uang lain, meskipun dolar harus bersaing dengan alternatif yang ada.
Terkait Gaza, Peskov menyatakan Rusia belum menentukan sikap mengenai inisiatif Board of Peace yang digagas Presiden AS Donald Trump.
Pada 22 Januari, perwakilan dari 19 negara menandatangani Piagam Board of Peace di sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Inisiatif tersebut dibentuk dalam kerangka upaya penyelesaian damai di Jalur Gaza.
Washington menyatakan sejumlah negara lain telah bergabung dalam inisiatif itu. Pertemuan perdana tingkat pemimpin dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari di Washington, DC.