Dunia

Kota Turkiye Mardin bidik wisatawan Asia Timur setelah catat rekor pariwisata

Tren global menunjukkan peningkatan minat terhadap wisata sejarah dan budaya Turkiye

Halil İbrahim Sincar, Beşir Şavur, Muhammad Abdullah Azzam  | 30.01.2026 - Update : 27.02.2026
Kota Turkiye Mardin bidik wisatawan Asia Timur setelah catat rekor pariwisata

MARDIN

Kota Mardin di Turkiye menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan dari negara-negara Asia Timur setelah mencatat rekor tertinggi sektor pariwisata sepanjang tahun lalu.

Dikenal sebagai “museum terbuka” dengan kekayaan sejarah, budaya, dan wisata religi, Mardin mengalami lonjakan signifikan jumlah wisatawan yang menginap pada 2025. Kota ini memiliki sekitar 20 ribu tempat tidur di hotel dan penginapan, dengan tingkat hunian yang pada masa libur dan akhir pekan kerap mencapai 100 persen.

Sepanjang 2025, sekitar 1 juta wisatawan tercatat menginap di Mardin, sementara lebih dari 3 juta orang berkunjung secara wisata harian. Pemerintah daerah kini menargetkan diversifikasi pasar wisata, dengan fokus menarik minat wisatawan mancanegara, khususnya dari negara-negara Asia Timur yang dikenal memiliki ketertarikan tinggi terhadap wisata sejarah dan budaya.

Gubernur Mardin sekaligus Wakil Wali Kota Metropolitan Tuncay Akkoyun mengatakan capaian tersebut merupakan prestasi besar bagi daerahnya. Ia menyebut jumlah wisatawan menginap meningkat dari sekitar 650 ribu pada tahun sebelumnya menjadi mendekati 1 juta pada 2025.

Untuk menjaga keberlanjutan pariwisata, pemerintah daerah tengah menyusun Rencana Induk Pariwisata bersama Universitas Kapadokya. Upaya ini ditujukan agar aktivitas wisata tidak terpusat di satu kawasan saja dan dapat berlangsung sepanjang tahun, tidak hanya enam bulan tertentu.

Akkoyun juga menyoroti meningkatnya minat industri film dan serial televisi terhadap Mardin. Sepanjang 2025, tercatat 70 permohonan pengambilan gambar, termasuk 13 produksi film dan serial serta sembilan produksi asing.

Ia menambahkan, Bandara Prof. Dr. Aziz Sancar Mardin kini resmi berstatus bandara internasional dengan fasilitas bea cukai, sementara Desa Anıtlı masuk dalam daftar “Desa Wisata Terbaik 2025” versi Organisasi Pariwisata Dunia PBB. Menurutnya, capaian tersebut memperkuat promosi Mardin di tingkat global.

Akkoyun menyebut saat ini sekitar 90 persen wisatawan Mardin masih berasal dari dalam negeri, sedangkan wisatawan asing baru mencapai sekitar 10 persen. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan porsi wisatawan mancanegara melalui partisipasi dalam pameran internasional serta kerja sama dengan negara-negara Asia Timur, termasuk China dan Jepang.

Ia menilai tren wisata dunia menunjukkan penurunan minat pada wisata laut, pasir, dan matahari, sementara wisata sejarah dan budaya justru meningkat. Dalam konteks ini, wisatawan Asia Timur dinilai menjadi segmen penting bagi Mardin.

Pelaku usaha pariwisata setempat, İsmail Sincar, mengatakan minat wisatawan asing mulai tumbuh, termasuk dari China dan kawasan Asia lainnya. Ia menyebut promosi internasional yang dilakukan pemerintah daerah berperan besar dalam memperluas pasar wisata.

Sementara itu, perajin dan pemandu wisata di Mardin menyatakan optimisme bahwa promosi ke Asia Timur akan meningkatkan kunjungan wisatawan asing. Mereka menilai keramahan warga setempat dan kekayaan budaya menjadi modal utama Mardin untuk bersaing di tingkat global.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın