Maria Elisa Hospita
26 Juli 2019•Update: 26 Juli 2019
Alex Jensen
SEOUL
Korea Utara memperingatkan bahwa peluncuran rudalnya ke perairan terbuka pada Kamis dimaksudkan sebagai peringatan bagi "penghasut perang".
Peringatan itu ditujukan ke Korea Selatan yang akan menggelar latihan militer dengan Amerika Serikat bulan depan.
Menurut kantor berita resmi Pyongyang KCNA, uji coba tersebut melibatkan "senjata pemandu taktis baru" yang akan "sulit dicegat" dan dilakukan di bawah pengawasan pemimpin Korut Kim Jong-un.
"(Kim) menekankan bahwa kita tidak bisa berhenti mengembangkan sistem senjata super kuat karena ada potensi ancaman dari Selatan terhadap keamanan negara kita," papar laporan itu.
Sementara Korea Utara menganggap AS sebagai bagian dari ancaman dari Selatan, para pejabat di Washington masih berharap dialog denuklirisasi dapat dimulai kembali, sebagaimana yang disetujui oleh Presiden Donald Trump dan Kim ketika mereka mengadakan pertemuan di Perbatasan Korea bulan lalu.
Menlu AS Mike Pompeo mengatakan kepada Bloomberg Television bahwa dia sangat menantikan perundingan dengan Pyongyang.
Berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB, Korea Utara dilarang menguji coba rudal balistik.