Alex Jensen
15 Oktober 2017•Update: 16 Oktober 2017
Alex Jensen
SEOUL
Korea Utara mengancam Australia akan menerima akibat jika terus menerus mendukung aksi militer, ekonomi atau strategi diplomatik yang dilancarkan Amerika Serikat ke Pyongyang.
“Australia tidak akan dapat menghindari bencana,” ujar pernyataan resmi yang diumumkan melalui Kantor Berita KCNA.
“Belakangan, Australia menunjukkan pergerakan yang berbahaya, yang perlahan-lahan bergabung dengan povokasi militer dan politik yang dibuat oleh AS,” sebut KCNA.
Ancaman terhadap Australia itu datang sehari setelah pemerintah Australia mengeluarkan pernyataan resmi mendukung Washington dalam perjalanan ke Korea Selatan.
Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengatakan kepada wartawan negaranya berkomitmen melakukan denuklirisasi Korea Utara melalui diplomasi, namun juga siap untuk menunjukkan aksi militer bersama AS.
Bishop bahkan mengatakan, sepasang kapal perang Australia dalam waktu dekat ini akan dilepas menuju Korea Selatan, sebagai bentuk kerjasama pertahanan kedua negara.
Hingga kini, Pyongyang terus menantang dengan proyek pengembangan senjata nuklirnya meski telah diberi sanksi berat oleh PBB pada bulan lalu. Kala itu PBB mengecam keras percobaan keenam nuklir mereka.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Korea Selatan, Song Young-moo menyebut bahwa sudah waktunya Seoul menunjukkan kekuatan bersama AS.
“Ini waktu yang tepat untuk memperlihatkan koordinasi antara Korsel dan AS atas ancaman yang terus dilakukan oleh Korea Utara,” kata dia.
Menurut kantor berita lokal Yonhap, Song Young-moo menyampaikan komentarnya itu saat mengunjungi basis kapal selam perang Amerika di Busan.
“Penguatan rotasi atas aset strategis A.S. menunjukkan komitmen kuat sekutu untuk mempertahankan Semenanjung Korea,” imbuh Young-moo.