Yasin Gungor
26 Juni 2026•Update: 26 Juni 2026
Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang pesisir utara Venezuela bertambah menjadi 188 orang, sementara lebih dari 1.500 orang lainnya terluka dan ratusan warga masih dinyatakan hilang, menurut otoritas setempat pada Kamis.
Presiden Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez mengatakan sebanyak 1.520 korban luka telah dilarikan ke rumah sakit dan sedang menjalani perawatan.
Rodriguez mengatakan hingga kini 157 orang masih dinyatakan hilang akibat bencana tersebut, sementara operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan terhadap lebih dari 200 orang yang diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan.
Ia menambahkan, sebanyak 138 gempa susulan telah tercatat sejak gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah tersebut pada Rabu malam.
Rodriguez mengatakan sebanyak 346 fasilitas infrastruktur mengalami kerusakan, termasuk 250 bangunan dan 20 pusat perbelanjaan, yang sebagian besar berada di negara bagian La Guaira.
Sebanyak delapan rumah sakit juga terdampak sehingga pemerintah terpaksa mengevakuasi para pasien ke fasilitas kesehatan lainnya.
Pemerintah Venezuela juga mengumumkan pembentukan dana khusus senilai 200 juta dolar AS untuk mendukung upaya rekonstruksi darurat, termasuk pembangunan kembali rumah-rumah dan rumah sakit yang rusak.
Gempa bumi kuat mengguncang pesisir Karibia di utara Venezuela pada Rabu malam, menyebabkan kerusakan luas dan memicu peringatan tsunami di berbagai wilayah.
Presiden Sementara Venezuela Delcy Rodriguez kemudian menetapkan status keadaan darurat nasional menyusul bencana tersebut.