Rhany Chairunissa Rufinaldo
21 Januari 2019•Update: 21 Januari 2019
Alaattin Dogru
DAKAR, Senegal
Jumlah korban tewas akibat Ebola di Republik Demokratik Kongo meningkat menjadi 370 sejak dimulainya wabah pada akhir Juli tahun lalu, kata Kementerian Kesehatan negara itu, Senin.
Di antara 685 kasus demam berdarah yang dilaporkan, 636 dikonfirmasi sebagai kasus Ebola, menurut kementerian.
Kementerian juga melaporkan bahwa 245 orang telah pulih dari virus itu.
Sekitar 49 orang meninggal setelah demam berdarah, tetapi tidak dapat diverifikasi apakah mereka meninggal akibat Ebola karena mereka dimakamkan tanpa autopsi.
Sebanyak 63.061 orang diberikan vaksin anti-ebola di negara itu sebagai bagian dari kampanye yang dimulai pada 8 Agustus.
Ebola merupakan demam tropis yang pertama kali muncul pada 1976 di Sudan dan Republik Demokratik Kongo serta dapat ditularkan dari hewan liar ke manusia.
Virus itu juga dapat menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi.
Ebola menyebabkan kehebohan global pada 2014 ketika wabah terburuk di dunia itu dimulai di Afrika Barat, menewaskan lebih dari 11.300 orang dan menginfeksi sekitar 28.600 orang setelah menyebar ke Liberia, Guinea dan Sierra Leone.