Rhany Chairunissa Rufinaldo
01 Maret 2019•Update: 02 Maret 2019
Ahmad Adil
CHANDIGARH, India
Sejumlah surat kabar di India pada Kamis fokus memberitakan soal eskalasi ketegangan dengan negara tetangga Pakistan setelah serangan udara lintas batas.
Times of India, sebuah harian terkemuka, memuat tulisan berjudul "Ketegangan di udara".
Dalam laporan lain, surat kabar itu mengatakan pemerintah tetap tidak tergerak oleh pidato Perdana Menteri Pakistan Imran Khan yang menyerukan dialog.
Pada Rabu, kedua negara terlibat dalam pertempuran udara pertama mereka dalam beberapa dekade, di mana Pakistan mengklaim telah menjatuhkan dua pesawat India yang memasuki wilayah udara mereka.
Sementara itu, India juga mengklaim telah menembak jatuh satu pesawat Pakistan dan kehilangan satu jet dalam operasinya.
Pakistan juga menangkap seorang pilot India yang akan dibebaskan pada Jumat.
Harian lainnya, Hindustan Times, memuat berita bertajuk "Jet jatuh, ketegangan naik".
"Pakistan pada Rabu menanggapi serangan udara India di sebuah kamp teror Jaish-e-Mohammed (JeM) pada hari sebelumnya, bahkan ketika kedua belah pihak mengklaim telah menjatuhkan pesawat tempur yang lain dan Pakistan menangkap seorang pilot India, meningkatkan ketegangan antara kedua negara," tulis berita itu.
Dalam cerita lain, surat kabar memuji pilot India Abhinandan Varthaman yang ditangkap, mengatakan bahwa dia telah menjadi pilot pesawat tempur selama 16 tahun dan merupakan putra seorang perwira angkatan udara senior.
The Indian Express, surat kabar lainnya, memuat tajuk "Hari setelahnya, malam tanpa tidur".
Surat kabar terkenal The Hindu mengusung tajuk “Pesawat IAF ditembak jatuh, pilot ditawan oleh Tentara Pakistan setelah konfrontasi udara".
Surat kabar Telegraph memuat artikel dengan tajuk "Berdoa untuk penasihat saner". Berita itu juga memuat kutipan dari pidato Imran Khan pada Rabu.
Sebuah harian Hindi terkemuka, Dainik Bhaskar, menerbitkan di halaman depannya sebuah berita berjudul, "Rashtra ko Abhinandan chahiye [Negara menginginkan Abhinandan]".
Ketegangan antara dua tetangga yang memiliki senjata nuklir itu meningkat setelah pemboman bunuh diri yang diklaim oleh Jaish-e-Mohammad (JEM) di Jammu dan Kashmir yang menewaskan lebih dari 40 tentara India awal bulan ini.
Pada Selasa, jet India memasuki Pakistan dengan mengklaim telah membunuh beberapa teroris di kamp pelatihan JEM.
Pakistan, yang telah melarang JEM sejak 2002 tetapi dituduh oleh India menyediakan tempat berlindung bagi kelompok itu, membantah klaim tersebut dengan mengatakan bahwa jet-jet India telah menjatuhkan bom di lahan hutan yang kosong.
Kedua negara Asia Selatan telah berperang sebanyak tiga kali pada 1948, 1965 dan 1971 - dua di antaranya soal Kashmir - sejak mereka berpisah pada 1947.