Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
13 Januari 2020•Update: 14 Januari 2020
Waleed Abdullah
TRIPOLI, Libya
Kepala Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya Fayez al-Sarraj pada Senin mengatakan pemerintahnya telah menerima kesepakatan gencatan senjata dengan komandan pemberontak Khalifa Haftar untuk mencegah lebih banyak pertumpahan darah di negara itu.
"Kami tidak akan mengabaikan pengorbanan putra dan martir kami atau impian kami untuk negara sipil," kata al-Sarraj dalam sebuah wawancara dengan saluran TV swasta Alahrar.
Dia mengatakan GNA menerima gencatan senjata karena posisinya yang kuat untuk mempertahankan kohesi nasional dan sosial.
Al-Sarraj juga mengatakan pasukan pemerintahnya siap untuk melanjutkan operasi militer jika ada gangguan pada gencatan senjata.
Gencatan senjata yang diserukan oleh Turki dan Rusia mulai berlaku pada Minggu, di mana perjanjiannya dirayakan dengan kembang api di Tripoli.
Pada April, Haftar melancarkan serangan untuk merebut Tripoli dari pemerintah yang diakui PBB.
Menurut PBB, lebih dari 1.000 orang tewas sejak awal operasi dan lebih dari 5.000 lainnya terluka.
Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat pengakuan PBB dan internasional.
* Ahmed Asmar berkontribusi pada berita ini dari Ankara