Dunia

Kelompok Muslim tuntut pejabat Pentagon mundur terkait serangan drone di Kabul

Tuntutan itu datang selang satu hari setelah Pentagon merilis video serangan yang menewaskan 10 warga sipil pada bulan Agustus

Servet Günerigök   | 21.01.2022
Kelompok Muslim tuntut pejabat Pentagon mundur terkait serangan drone di Kabul

WASHINGTON 

Kelompok advokasi Muslim-Amerika mendesak setiap pejabat Pentagon yang terlibat langsung dalam serangan udara di Afghanistan tahun lalu mengundurkan diri, termasuk Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin.

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) juga menyerukan pengunduran diri "setiap pejabat militer yang menyetujui serangan pesawat tak berawak yang menewaskan 10 warga sipil" pada Agustus.

Tuntutan itu datang sehari setelah Pentagon merilis video serangan itu.

Wakil Direktur Nasional CAIR Edward Ahmed Mitchell mengatakan video itu menunjukkan "Pentagon melancarkan serangan secara sembrono yang pasti akan membunuh orang-orang yang tidak bersalah di sebuah lingkungan yang padat penduduk."

"Serangan ini bukan hanya kejadian langka; ini adalah yang terbaru dari serangkaian serangan pesawat tak berawak yang telah menewaskan orang tak bersalah di rumah, pesta pernikahan dan tempat pemakaman di Afghanistan, Pakistan, Yaman, dan wilayah lainnya," kata Mitchell.

"Setiap pemimpin Pentagon yang memainkan peran langsung dalam menyetujui pembantaian mengerikan terhadap orang-orang tak berdosa ini - termasuk tujuh anak - harus bertanggung jawab dengan mengundurkan diri. Jika Menteri Austin terlibat langsung dalam menyetujui serangan itu, dia harus mengundurkan diri," tambah CAIR.

Departemen Pertahanan menolak sanksi apa pun kepada tentara AS yang terlibat dalam serangan pesawat tak berawak, yang melahirkan kecaman global.

Serangan pesawat tak berawak 29 Agustus adalah salah satu serangan terakhir ketika militer AS masih berada di Afghanistan sebelum ditarik dengan semua pasukan asing pada Agustus.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın