Rhany Chairunissa Rufinaldo
16 Maret 2020•Update: 16 Maret 2020
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Memasuki tahun ke-10 konflik Suriah pada Minggu, Prancis, Jerman, Inggris dan Amerika Serikat meminta rezim Suriah menghentikan pembunuhan di negara itu dan terlibat dalam penyelesaian politik berdasarkan resolusi PBB.
Dalam pernyataan bersama, keempat kekuatan dunia itu mengatakan rezim Bashar al-Assad harus menerima aspirasi warganya yang menuntut untuk hidup dalam damai.
"Negara-negara menuntut rezim menghentikan pembunuhan kejam dan terlibat secara bermakna dalam semua aspek UNSCR 2254, termasuk gencatan senjata nasional, konstitusi yang direformasi, pembebasan orang-orang yang ditahan secara sewenang-wenang, serta pemilihan umum yang bebas dan adil," kata pernyataan itu.
Mereka merujuk pada langkah Dewan Keamanan yang mendukung peta jalan bagi proses perdamaian di negara yang dilanda perang.
Pernyataan tersebut mengatakan bahwa warga Suriah, termasuk mereka yang terlantar dan pengungsi, harus diizinkan untuk berpartisipasi dalam pemilihan yang bebas dan adil di bawah pengawasan PBB.
Keempat negara juga mengecam serangan militer yang gegabah oleh Assad, Rusia dan Iran di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, yang menurut mereka menyebabkan penderitaan lebih lanjut dan krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Menurut sejumlah laporan, banyak pekerja medis dan kemanusiaan serta warga sipil tewas selama serangan yang dimulai pada Desember.
"Gencatan senjata nasional harus ditetapkan," tambah mereka.
Pada September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.
Namun, rezim dan pasukan Rusia di zona itu terus melanggar gencatan senjata dan menyebabkan lebih dari 1.300 warga sipil tewas.
"Kami akan terus menuntut pertanggungjawaban atas kekejaman yang dilakukan oleh rezim Assad dan kami akan melanjutkan upaya kami untuk memastikan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan perang, dan kekerasan serta pelanggaran lainnya diidentifikasi dan dimintai pertanggungjawaban," kata pernyataan itu.
Keempat negara juga mendesak masyarakat internasional untuk terus memberikan bantuan kepada Suriah dan berbagi beban krisis pengungsi Suriah.
Suriah telah terkurung dalam perang sipil sejak awal 201, ketika rezim menindak protes pro-demokrasi dengan kekerasan.
Sejak itu, menurut pejabat PBB, ratusan ribu orang terbunuh dan lebih dari 10 juta lainnya mengungsi.