Maria Elisa Hospita
06 Februari 2018•Update: 06 Februari 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Menyusul keberhasilan pembebasan Mosul dari Daesh, Amerika Serikat (AS) akan mulai memfokuskan pada keamanan publik Irak, ujar pejabat, Senin.
"Keberadaan kami di sini akan memprioritaskan penjagaan, kontrol perbatasan, dan peningkatan kapasitas militer," kata Brigadir Jenderal Jonathan Braga, direktur Operasi Gabungan CJTF-OIR, lewat sebuah pernyataan.
"Kami akan mempertahankan momentum kesuksesan ini dan meningkatkan kapasitas pasukan keamanan Irak dalam memerangi Daesh, di masa sekarang dan masa depan," tambah Braga.
Pernyataan ini dikeluarkan setelah media AS mengklaim bahwa AS mulai mengurangi jumlah pasukannya di Irak setelah kemenangan Baghdad atas Daesh.
Dalam pernyataan juga disebutkan bahwa meskipun 98 persen wilayah Irak dan Suriah yang diduduki Daesh telah dibebaskan, kelompok teror masih mampu melancarkan serangan mematikan dan menebarkan ancaman bagi penduduk sipil dan stabilitas wilayah.
"Meskipun komposisi OIR dapat berubah dari waktu ke waktu, kami memastikan bahwa kami memiliki pasukan terbaik. Kami akan terus meningkatkan kapasitas, dengan pelatihan, dan mempersenjatai mitra kami dalam peperangan melawan Daesh, tentunya semua sesuai dengan persetujuan pemerintah Irak," jelas Braga.
Sementara itu, Juru Bicara Pentagon Eric Pahon mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa inti dari pernyataan CJTF-OIR adalah "tidak fokus pada angka". Pahon mengatakan, langkah koalisi tersebut berarti perubahan pada aset dan fokus di Irak.
"Jadi kita mengubah operasi tempur dengan senjata berat dan besar yang memberantas ISIS [Daesh] menjadi lebih banyak pelatihan, untuk membantu pasukan keamanan Irak dalam jangka panjang," kata dia, sekaligus mengklarifikasi bahwa tidak ada penarikan pasukan dalam jumlah signifikan seperti klaim media AS.