Maria Elisa Hospita
24 November 2017•Update: 24 November 2017
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Seorang lulusan Oxford menuntut mantan universitasnya sebesar GBP 1 juta (USD 1,33 juta), karena ia mendapat gelar kehormatan 2:1.
Faiz Siddiqui, 39, yang adalah alumni jurusan Sejarah Modern, mengklaim bahwa ia seharusnya bisa jadi pengacara kelas internasional yang sukses jika ia mendapat nilai yang lebih baik.
Menurut Siddiqui, sistem pengajaran dalam mata kuliah khusus di salah satu universitas terkemuka di Inggris tersebut tidak memadai.
Dia mengatakan bahwa selama ia mengambil mata kuliah khusus ini, staf pengajar seringkali tidak hadir atau mengambil cuti.
Siddiqui bersikeras bahwa jika ia mendapat sistem pengajaran yang memadai, ia akan jadi pengacara kelas internasional yang sukses.
Pengacaranya, Roger Mallalieu, mengatakan bahwa empat dari tujuh staf pengajar untuk mata kuliah Sejarah Asia mengambil cuti selama 1999-2000.
Pihak Oxford telah mengakui bahwa mereka kesulitan dalam memberikan fasilitas yang memadai untuk mata kuliah Sejarah Asia di tahun-tahun jelang kelulusan Siddiqui, namun menolak bertanggung jawab, karena kasus tersebut terjadi di luar batas waktu hukum.
Akibat karirnya gagal, saat ini Siddiqui menderita depresi dan insomnia.