Astudestra Ajengrastrı
06 Juni 2018•Update: 07 Juni 2018
Ahmet Gurhan Kartal
BRIGHTON, Inggris
‘Freedom’, salah satu kapal flotilla yang berangkat dari Swedia ke Palestina dengan misi menentang blokade 11 tahun Israel atas Gaza tiba di pelabuhan Kota Brighton, Selasa.
Kapal ini disambut oleh kelompok aktivis di Brighton Marina dengan seruan dan berbagai slogan, termasuk di antaranya "Kemerdekaan untuk Palestina" dan "Dari Sungai ke Samudra, Palestina akan Merdeka".
Para aktivis juga meniup terompet saat kapal mendekati pelabuhan untuk lempar jangkar di Shoreham, di mana kapal akan bersandar selama tiga hari.
Zaher Birawi, jurnalis Inggris-Palestina dan salah satu penyelenggara kampanye internasional untuk mengakhiri blokade tak manusiawi dari wilayah laut tersebut berkata seluruh kapal flotilla meninggalkan Ibu Kota Belanda, Amsterdam, beberapa hari yang lalu dan mengunjungi berbagai kota di Eropa.
"'Freedom' datang ke Brighton. Kami di sini untuk menyambutnya," kata Birawi kepada Anadolu Agency.
Dia melanjutkan, semua kapal flotilla akan bertemu di Spanyol pada akhir Juni dan menuju Gaza, di mana mereka akan berupaya mengakhiri blokade laut ilegal itu.
"Kami rakyat Inggris bersama komunitas-komunitas berbeda mendukung Flotilla Freedom, dan kami meminta pemerintah Inggris berhenti mendukung Israel dan berdiri bersama orang-orang yang tertindas, rakyat Palestina," imbuh Birawi.
"Ini adalah kali pertama kapal flotilla internasional yang menentang blokade ilegal di Gaza tiba di Inggris," kata James Godfrey, juru bicara Koalisi Flotilla Kemerdekaan kepada Anadolu Agency.
"Sangat penting untuk menunjukkan keterlibatan pemerintah Inggris dalam blokade 2 juta orang Palestina di Gaza," tambah Godfrey.
Dari Brighton, 'Freedom' akan berlabuh di Shoreham selama tiga hari sebelum menuju pelabuhan di Prancis.
Setidaknya 100 orang yang mengibarkan bendera Palestina menyambut kapal tersebut di Shoreham.
Sebagai bagian dari kampanye yang diluncurkan oleh Koalisi Flotilla Kemerdekaan tahun ini, enam kapal mulai berlayar pada 15 Mei, yang juga bertepatan dengan peringatan 70 tahun berdirinya Israel -- peristiwa yang oleh orang Palestina disebut sebagai "Nakba" atau "Malapetaka".
Dengan slogan "Hak untuk Masa Depan Adil bagi Palestina", kapal-kapal ini akan berhanti di beberapa pelabuhan di Eropa, termasuk di Denmark, Inggris, Italia, Spanyol dan Yunani sebelum akhirnya tiba di Gaza.
Di akhir 2016, 1,3 juta warga Gaza menggantungkan kehidupan pada bantuan internasional untuk bertahan hidup, sementara lebih dari separuh keluarga di Gaza tak memiliki akses pada sumber makanan, kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan.
Setiap tahun selama delapan tahun, Koalisi Flotilla Kemerdekaan melakukan kampanye untuk menentang blokade ini.
Pada 31 Mei 2010, pasukan Israel menewaskan sembilan aktivis Turki di kapal Mavi Marmara yang berada di perairan internasional. Kapal yang merupakan bagian dari Koalisi Flotilla Kemerdekaan itu sedang menuju Gaza untuk mengantarkan bantuan kemanusiaan. Satu aktivis lain kemudian meninggal dunia karena luka-luka yang dideritanya.