Rhany Chairunissa Rufinaldo
11 Desember 2019•Update: 12 Desember 2019
Yusuf Ozcan
PARIS
Jurnalis foto Anadolu Agency Mustafa Yalcin menceritakan kekerasan yang dialaminya saat meliput bentrokan antara polisi Prancis dan demonstran yang memprotes rencana kontroversial untuk reformasi pensiun pekan lalu.
Pada 5 Desember, Yalcin terluka di mata kirinya ketika sebuah tabung gas yang digunakan pasukan keamanan mengenai wajahnya dan merusak maskernya.
Ketegangan meningkat di Prancis ketika Jean-Paul Delevoye, menteri dan komisaris tinggi yang bertanggung jawab atas reformasi pensiun, dan para pemimpin serikat buruh belum mencapai kesimpulan pada Selasa.
Berbicara kepada Anadolu Agency, Yalcin mengatakan ketika insiden itu terjadi, dia berada di Magenta Boulevard di sebelah Lapangan Republique untuk menyaksikan protes di Paris.
Yalcin mengatakan tidak ada kekerasan ketika protes dimulai.
"Tapi tiba-tiba kami melihat sebuah kendaraan terbakar di Magenta Boulevard. Nyala api membesar. Saya mengambil beberapa foto di sana. Kemudian tim penyelamat mengatakan ada alat peledak di dalam kendaraan. Tidak mungkin untuk memprediksi kerusakan yang bisa terjadi ketika itu meledak, jadi saya menjauh ke sisi lain jalan dari tempat saya mengambil beberapa foto mobil yang terbakar," ujar dia
Yalcin mengatakan kekerasan tiba-tiba terjadi dan dia harus bersembunyi di balik tembok.
“Orang-orang melempar batu, jadi saya memutuskan untuk berdiri di samping. Saya sedang berada jauh dari kendaraan yang bisa meledak. Para pengunjuk rasa mulai menyerang pintu dua meter dari tempat saya berada. Kemudian, asap mulai naik melalui pintu," tutur dia.
Jurnalis foto itu mengatakan bahwa dia berpikir tempat ini terlalu berisiko dan memutuskan untuk pergi.
"Dan kemudian kejadian itu terjadi ketika saya berada di tengah Magenta Boulevard berusaha melarikan diri. Saya tidak melihat apa-apa setelah itu," lanjut dia.
Yalcin menekankan bahwa helm dan masker berkualitas tinggi yang dia kenakan melindunginya dari serangan.
"Tiba-tiba ketika benar-benar gelap, saya menyentuh masker. Kemudian, saya menyadari bahwa masker itu rusak," tambah dia.
Yalcin mengatakan dia berbaring dengan wajah menghadap tanah dan meminta bantuan dari petugas kesehatan di sana.
Dia mengungkapkan bahwa paramedis dan tim penyelamat membawanya ke sebuah gedung, membersihkan darah di matanya dan membalutnya.
Setelah mendapat perawatan pertama di ambulans, Yalcin mengatakan dia dibawa ke Rumah Sakit Cochin dan menjalani operasi di sana.
Jurnalis itu mengatakan operasi itu seharusnya memakan waktu dua jam tetapi ketika itu butuh lima jam untuk menyelesaikannya.
“Dokter mengatakan mata saya tidak akan seperti dulu dan proses penyembuhan akan memakan waktu bertahun-tahun bukan bulan," tutur Yalcin.