Muhammad Abdullah Azzam
23 April 2020•Update: 27 April 2020
Ayhan Şimşek
BERLIN
Otoritas Jerman menyetujui dimulainya uji klinis pertama vaksin Covid-19 pada manusia, ungkap pihak berwenang pada Rabu.
Perusahaan Bioteknologi, BioNTech, diberikan wewenang untuk melakukan uji klinis manusia setelah dilakukannya penilaian risiko dan manfaat potensial, tutur Paul-Ehrlich-Institut, Otoritas Regulator Jerman dalam siaran pers.
“Ini adalah uji klinis resmi keempat di dunia di mana kandidat vaksin spesifik Covid-19 diuji pada manusia,” ujar lembaga ini.
“Mempertimbangkan konsekuensi serius dari pandemi Covid-19, ini adalah langkah penting menuju pengembangan vaksin Covid-19 yang manjur dan aman di Jerman dan membuatnya tersedia di seluruh dunia secepat mungkin.”
Perusahaan BioNTech milik profesor Turki Ugur Sahin, dan perusahaan farmasi raksasa Pfizer bersama-sama mengembangkan kandidat vaksin.
“Kami senang karena telah menyelesaikan studi pra-klinis di Jerman dan harapan kami kedepannya kami akan segera memulai uji coba pertama-manusia,” kata Sahin dalam sebuah pernyataan.
Dalam bagian pertama uji klinis resmi di Jerman, 200 sukarelawan sehat berusia antara 18 hingga 55 tahun akan divaksin, sebut Paul-Ehrlich-Institut.
Percobaan lebih lanjut yang melibatkan orang dengan peningkatan risiko infeksi direncanakan untuk bagian kedua dari uji klinis ini, dengan syarat data penelitian tambahan diajukan terlebih dahulu.
Para ilmuwan dan peneliti di seluruh dunia berjuang untuk menemukan vaksin untuk virus corona baru yang telah menginfeksi lebih dari 2,58 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan lebih dari 178.000.
Hingga penemuan vaksin, para ahli kesehatan merawat pasien dengan obat anti-malaria, termasuk hydroxychloroquine dan chloroquine, yang telah menunjukkan hasil positif untuk infeksi paru-paru yang berhubungan dengan virus korona.
Sejauh ini hampir 693.000 pasien virus korona di seluruh dunia telah pulih dari penyakit ini.