Jepang–AS sepakat perkuat koordinasi di tengah ketegangan soal Taiwan
Trump menggambarkan pembicaraannya dengan Xi sebagai “sangat baik” dan mengatakan dirinya menerima undangan untuk berkunjung ke Beijing pada April mendatang
ANKARA
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa membahas beragam tantangan yang tengah dihadapi kawasan Indo-Pasifik, di tengah meningkatnya dinamika geopolitik antara Jepang, China, dan AS.
Dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri Jepang, disebutkan bahwa kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai penguatan aliansi Jepang–AS. Trump turut menjelaskan perkembangan terbaru hubungan AS–China, termasuk pertemuan puncak antara kedua negara yang berlangsung baru-baru ini. Percakapan telepon tersebut dilaporkan berlangsung selama 25 menit.
Kementerian itu menambahkan bahwa Takaichi dan Trump sepakat untuk terus bekerja sama secara erat dalam situasi internasional saat ini.
Pembicaraan tersebut dilakukan sehari setelah Trump berkomunikasi dengan Presiden China Xi Jinping, di tengah ketegangan antara Beijing dan Tokyo terkait isu Taiwan.
Pada Senin, Trump menggambarkan pembicaraannya dengan Xi sebagai “sangat baik” dan mengatakan dirinya menerima undangan untuk berkunjung ke Beijing pada April mendatang.
Sementara itu, menurut media pemerintah China, Xi menyampaikan kepada Trump bahwa pengembalian Taiwan kepada China merupakan bagian penting dari tatanan internasional pascaperang.
Pada 7 November, Takaichi mengatakan kepada parlemen Jepang bahwa serangan China terhadap Taiwan secara hukum dapat dikategorikan sebagai “situasi yang mengancam kelangsungan hidup,” yang berpotensi memberi dasar bagi Jepang untuk menggunakan “hak bela diri kolektif.”
Pernyataannya memicu reaksi keras dari Beijing, yang kemudian mengeluarkan imbauan perjalanan ke Jepang, kembali memberlakukan larangan impor produk laut, dan sejumlah langkah pembatasan lainnya.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
