Maria Elisa Hospita
08 Oktober 2018•Update: 08 Oktober 2018
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Inggris akan disambut dalam Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) "dengan tangan terbuka" setelah Brexit dicapai.
Hal itu disampaikan oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe beberapa minggu sebelum kesepakatan Brexit antara Inggris dan Uni Eropa terbentuk.
Dia mengatakan Inggris akan kehilangan perannya sebagai pintu gerbang ke Uni Eropa setelah Brexit, namun masih akan tetap menjadi negara "yang dilengkapi dengan kekuatan global".
Abe memperingatkan pihak-pihak yang berunding agar bijaksana untuk menghindari pembatalan kesepakatan.
"Saya mengharapkan dampak negatif Brexit terhadap ekonomi global, termasuk bisnis Jepang, akan diminimalisir," tambahnya.
TPP memiliki 11 anggota termasuk Jepang, Kanada, Australia, Malaysia, dan Meksiko.
Perundingan Brexit telah terhenti sejak Uni Eropa menolak kesepakatan Chequers yang diusulkan oleh Perdana Menteri Inggris Theresa May selama pertemuan informal di Salzburg pada September.
Pekan lalu, May mengatakan bahwa Inggris "berani" meninggalkan UE "tanpa kesepakatan". Menurut dia, meninggalkan blok tanpa kesepakatan akan sulit pada awalnya, namun pada akhirnya Inggris akan berhasil.
Tim negosiasi Inggris dan UE akan bertemu pada pertengahan Oktober untuk menandatangani sejumlah kesepakatan di antaranya mengenai masalah perbatasan Irlandia - Irlandia Utara, hak warga negara, dan hubungan perdagangan masa depan di antara kedua belah pihak.
Menurut para pemimpin Uni Eropa, pertemuan puncak darurat Brexit akan digelar jika tim negosiasi tak berhasil mencapai kesepakatan.
Inggris akan meninggalkan UE secara resmi pada 29 Maret 2019.