Marıa Elısa Hospıta
14 Januari 2020•Update: 15 Januari 2020
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Di tengah ketegangan akibat konflik Amerika Serikat-Iran, Inggris mendesak perjanjian nuklir baru dengan Iran.
Ketika diwawancarai oleh BBC, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mendesak kesepakatan baru yang akan menggantikan kesepakatan sebelumnya, Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).
"Mari kita bekerja sama untuk merealisasikan pengganti JCPOA. Bagaimanapun caranya, kita harus mencegah orang-orang Iran memperoleh senjata nuklir," tambah dia.
Pasca terbunuhnya Jenderal Qasem Soleimani dalam serangan drone AS di Irak, Iran pun mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi mematuhi komitmen apapun yang tercantum dalam JCPOA.
Iran mengatakan akan terus bekerja dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Hubungan AS dan Iran memanas sejak Mei 2018, ketika Presiden Donald Trump secara sepihak menarik partisipasi dari kesepakatan nuklir yang ditandatangani pada 2015.