Muhammad Abdullah Azzam
06 Maret 2021•Update: 06 Maret 2021
Aziz al-Ahmadi
SANAA, Yaman
Kelompok Houthi di Yaman pada Jumat mengatakan bahwa mereka menargetkan "posisi penting" di Arab Saudi dalam tiga serangan pesawat tanpa awak.
Namun, koalisi yang dipimpin Saudi mengatakan pihaknya menghancurkan drone Houthi yang menargetkan kota Khamis Mushait di selatan Arab Saudi.
"Angkatan udara kami berhasil menyerang posisi penting di Pangkalan Udara Raja Khalid di daerah Khamis Mushait dan bandara Abha di barat daya Arab Saudi," kata Yahya Sarei, juru bicara militer Houthi.
Sarei mengatakan serangan itu dilakukan dengan tiga drone berisi bahan peledak, dan sebagai pembalasan atas serangan udara koalisi dan "blokade lanjutan di negara kita."
Saudi Press Agency mengeluarkan pernyataan dari seorang pejabat yang mengatakan bahwa pasukannya berhasil "mencegat dan menghancurkan pesawat tak berawak yang ditembakkan oleh milisi teroris Houthi yang didukung Iran."
Kolonel Turki al-Maliki, juru bicara koalisi itu, mengatakan serangan drone itu adalah bagian dari upaya yang "disengaja dan sistematis" untuk "menargetkan warga sipil dan wilayah sipil di Khamis Mushait."
Yaman dilanda kekerasan dan kekacauan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kota Sana'a.
Krisis meningkat pada tahun 2015 ketika koalisi pimpinan Saudi meluncurkan kampanye udara yang bertujuan untuk menggulung kembali kemenangan teritorial Houthi.
Menurut perkiraan PBB, konflik di Yaman sejauh ini telah merenggut nyawa sedikitnya 233.000 orang, dengan jutaan lainnya menghadapi kelaparan dan membutuhkan bantuan kemanusiaan.