Hamas: Turki berhak tumpas ancaman di sepanjang perbatasannya
Hamas memuji sikap Turki dalam masalah Palestina dan dukungan terhadap hak-hak rakyat Palestina
Gazze
Mohammed Majid
GAZA, Palestina
Kelompok perlawanan Palestina Hamas pada Senin mengatakan Turki memiliki hak untuk mempertahankan diri dan menumpas ancaman di sepanjang perbatasannya.
Pernyataan itu muncul kurang dari seminggu setelah peluncuran operasi anti-terorisme Turki dekat perbatasannya di Suriah utara yang dimaksudkan untuk mempertahankan diri dari ancaman teroris YPG/PKK demi menjaga integritas wilayah Turki dan Suriah.
Hamas menambahkan bahwa pihaknya menghargai sikap Turki dalam masalah Palestina dan dukungan terhadap hak-hak rakyat Palestina, seperti yang sikap Presiden Recep Tayyip Erdogan sebelum KTT Majelis Umum PBB bulan lalu.
Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB, Erdogan mengecam kebijakan Israel yang bertujuan merebut wilayah Palestina.
Dalam pernyataannya, Hamas menegaskan kembali penolakannya terhadap kehadiran Zionis dan Amerika di kawasan tersebut dan menekankan kesatuan dan integritas wilayah negara Suriah.
Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada Rabu untuk mengamankan perbatasannya dengan menghilangkan unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.
Menurut Turki, kelompok teroris PKK dan cabangnya YPG/PYD merupakan ancaman terbesar bagi masa depan Suriah, yang membahayakan integritas teritorial dan struktur kesatuan negara.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.
