Dilara Afifi
17 November 2023•Update: 21 November 2023
GAZA, Palestina
Kepala biro politik Hamas Ismail Haniyeh pada Kamis mengatakan bahwa pasukan perlawanan di Jalur Gaza siap menghadapi perang berkepanjangan dengan tentara Israel.
Dalam rekaman pidatonya, Haniyeh memuji ketahanan rakyat Palestina dan koordinasi faksi-faksi perlawanan “untuk membuyarkan tentara Israel dan melemahkannya di berbagai bidang.”
“Jika musuh menginginkan pertempuran yang panjang, kapasitas kita lebih panjang dari musuh kita, dan perlawanan kita akan menjadi kata penentu,” kata dia.
“Perlawanan terlibat dalam konflik strategis dengan musuh Zionis dan hanya akan muncul sebagai pemenang," ujar Haniyeh.
Dia menyoroti “kemenangan yang dicapai oleh anggota perlawanan di Jalur Gaza,” dan menambahkan “para pahlawan sedang menulis halaman kejayaan di Gaza, sebanding dengan rekan-rekan mereka dalam hal kepahlawanan, keberanian dan keberanian, memberikan pukulan yang menyakitkan kepada tentara musuh dan kendaraannya.”
“Dunia akan menyaksikan Brigade Al-Qassam dan faksi perlawanan mengalahkan penjajahan Israel di Gaza, seperti yang mereka lakukan 18 tahun lalu,” kata dia, mengacu pada keluarnya Israel dari Gaza pada 2005.
“Mereka tidak akan menuai apa pun kecuali lebih banyak kegagalan, kekecewaan, dan kekalahan,” sebut pemimpin Hamas.
Haniyeh menganggap “penduduk Gaza dan kelompok perlawanan telah menggagalkan tujuan dan rencana musuh agak kita mengungsi atau mengambil kembali sandera secara paksa.”
Di sisi lain, dia menyerukan penerapan resolusi KTT darurat Arab-Islam di Riyadh tentang “penghentian segera agresi Israel, mencabut pengepungan di Gaza, melindungi tempat-tempat suci, dan mewujudkan aspirasi rakyat kami untuk kebebasan, dan kemerdekaan.”
Dia juga menekankan pentingnya “pengumpulan cepat sebuah komite yang terdiri dari beberapa negara yang bertugas memantau pelaksanaan keputusan yang dikeluarkan oleh KTT tersebut.”