Nani Afrida
23 Desember 2020•Update: 24 Desember 2020
ANKARA
Kelompok perjuangan Palestina Hamas pada Rabu mengutuk normalisasi hubungan antara Maroko dan Israel.
"Kami mengutuk penandatanganan perjanjian normalisasi antara Maroko dan pendudukan [Israel], dan kami menganggapnya sebagai kekecewaan besar bagi rakyat Palestina dan perjuangan mereka," kata juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri lewat media sosial Twitter.
Kelompok tersebut juga menyatakan "ketidakpuasan dengan tanda tangan Perdana Menteri, Tuan Saad-Eddine El Othmani, dari perjanjian tersebut, dan kami menganggapnya sebagai kegagalan besar bagi Partai Keadilan dan Pembangunan”.
"Kami menyerukan untuk memperbaiki kekurangan ini untuk mempertahankan status Maroko dan sejarah partai," kata Abu Zuhri.
Raja Maroko Mohammed VI menerima delegasi gabungan AS-Israel Selasa yang tiba di negara itu untuk menyelesaikan kesepakatan normalisasi antara Yerusalem dan Rabat.
Kesepakatan kerjasama bersama telah dicapai antara kedua negara di bidang penerbangan sipil, teknologi, perdagangan, serta keuangan dan investasi.
Maroko menjadi negara Arab keempat yang menormalisasi hubungan dengan Israel pada 2020 setelah Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Sudan.
Kesepakatan normalisasi telah menuai kecaman luas dari warga Palestina, yang mengatakan kesepakatan itu mengabaikan hak-hak mereka dan tidak melayani kepentingan Palestina.