Hayatı Nupus
19 Januari 2020•Update: 19 Januari 2020
Enes Canli
TRIPOLI
Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui PBB mengungkapkan pasukan panglima perang Jenderal Khalifa Haftar melanggar gencatan senjata dengan menargetkan kota Abu Grain pada Sabtu.
Pasukan Haftar menargetkan kota yang berjarak 300 kilometer (168 mil) dari ibu kota Tripoli itu, dengan pesawat tempur, kata Mohammed Kanunu, juru bicara militer untuk GNA.
Aksi itu tak menimbulkan korban, tapi menekankan bahwa serangan terjadi sebelum Konferensi Berlin, di mana pemimpin Jerman mengundang semua pihak untuk mencapai stabilitas di wilayah tersebut.
Blokade pelabuhan ekspor minyak
Kelompok yang berafiliasi dengan Haftar menutup lima pelabuhan ekspor minyak—Brega, Ras Lanuf, Hariga, Zueitina dan Sidra.
Blokade akan menyebabkan hilangnya produksi minyak mentah 800.000 barel per hari atau sekitar USD55 juta setiap hari.
Pada 12 Januari, pihak-pihak yang bertikai dalam konflik Libya mengumumkan gencatan senjata, sebagai tanggapan atas seruan bersama oleh para pemimpin Turki dan Rusia.
Namun pembicaraan untuk kesepakatan gencatan senjata permanen berakhir Senin tanpa kesepakatan, setelah Haftar meninggalkan Moskow tanpa menandatangani berkas kesepakatan itu.
Sejak penggulingan mendiang penguasa Muammar Khaddafi pada 2011, Libya terpecah menjadi dua kekuasaan: satu di sebelah timur yang didukung terutama oleh Mesir dan UEA, dan lainnya di Tripoli, yang memperoleh pengakuan PBB serta masyarakat internasional.
* ditulis oleh Davut Demircan