Nour Abu Eisha
27 Desember 2021•Update: 28 Desember 2021
GAZA CITY, Palestina
Otoritas kesehatan Palestina mengkonfirmasi kasus pertama virus corona varian omicron di Jalur Gaza pada Minggu.
“Seorang penduduk Jalur Gaza terinfeksi virus itu,” kata pejabat Kementerian Kesehatan Majdi Dhair dalam konferensi pers di Jalur Gaza.
Dia memperingatkan bahwa pandemi Covid-19 kemungkinan akan menyebar ke seluruh wilayah Palestina.
“Jalur Gaza diperkirakan akan menghadapi gelombang keempat pandemi,” kata pejabat itu yang juga menyalahkan blokade Israel karena menghambat upaya memerangi Covid-19 di wilayah Palestina.
“Sektor kesehatan Gaza sudah hancur karena blokade Israel selama 15 tahun,” katanya.
Sementara itu, Bassam al-Hamadeen, direktur departemen pemeliharaan di Kementerian Kesehatan, mengatakan pihak berwenang Israel mencegah masuknya peralatan medis ke Gaza.
"Israel mencegah masuknya peralatan oksigen, perangkat x-ray seluler dan reguler, dan suku cadang untuk perangkat medis," kata dia.
Pada Sabtu, otoritas Palestina melaporkan lima kasus omicron di Tepi Barat, sehingga total menjadi 23 kasus di wilayah yang diduduki Israel itu.
Organisasi Kesehatan Dunia pada Jumat memperingatkan bahwa varian omicron menyebar secara signifikan lebih cepat daripada varian delta