20 Oktober 2017•Update: 21 Oktober 2017
Michael Hernandez
WASHINGTON
Figur supremasi kulit putih asal AS Richard Spencer berulang kali dicela saat pidato pada Kamis. Demonstran memotong ceramahnya, mendesaknya agar meninggalkan lokasi.
"Nazi tidak diterima disini," seru mereka.
"Saya tidak akan pulang, saya akan di sini seharian bila perlu," balas Spencer, menurut laporan media.
Pidatonya itu dilakukan dua bulan setelah aksi perkumpulan demonstran sayap kanan ekstrem yang mengusung paham supremasi kulit putih. Aksi di Charlottesville, Virginia itu menewaskan seorang perempuan dari kelompok anti-rasisme. Spencer merupakan salah satu figur kunci di demonstrasi tersebut, yang juga melibatkan mantan petinggi kelompok rasis Ku Klux Klan David Duke.
Demonstrasi itu dan bentrokan yang terjadi setelahnya berlanjut dengan perdebatan mengenai nasionalisme kulit putih di AS.
Spencer adalah presiden National Policy Institute, lembaga riset dengan agenda supremasi kulit putih, serta sering mempromosikan gerakan sayap kanan ekstrem.
Pidato Spencer di University of Florida itu dijaga lebih dari 1.000 anggota polisi dalam antipasi bentrokan dengan sekitar 2.500 demonstran yang memprotes kehadiran dia.
Presiden universitas itu W. Kent Fuchs mengecam Spencer dalam suratnya kepada komunitas kampus pada Selasa, namun mengatakan dia tidak melarang Spencer menyewa ruangan Philips Center di universitasnya itu.
"Saya sarankan Anda menghindari acara Spencer, namun saya menghimbau agar Anda menantang pesan kebencian dan rasisme yang dibawanya itu," tulis Fuchs. "Suarakanlah nilai-nilai yang diusung universitas ini," katanya