Rhany Chairunissa Rufinaldo
23 Juli 2020•Update: 24 Juli 2020
Ali Abo Rezeg
ANKARA
Tokoh terkemuka gerakan Fatah Palestina mengecam peran Uni Emirat Arab (UEA) dalam perjuangan Palestina. Disebut pula, Abu Dhabi kesal dengan membaiknya hubungan kelompok itu dengan Hamas.
"Negara Teluk, yang pesawatnya mendarat di Bandara Ben Gurion [Israel] baru-baru ini, dengan dalih memberikan bantuan kepada Palestina, kesal dengan meningkatnya hubungan antara Fatah dan Hamas," kata Jibril Rajoub, kepala Komite Sentral Fatah, dalam sebuah wawancara dengan saluran TV Al-Hiwar yang berbasis di London.
Otoritas Palestina Fatah telah beberapa kali menolak pengiriman bantuan yang datang dari UEA melalui bandara Israel dengan alasan kurangnya koordinasi.
Rajoub, yang juga menjabat sebagai ketua Dewan Olahraga Palestina, menegaskan bahwa pemulihan hubungan dengan Hamas telah menjadi tujuan strategis. Selain itu, pertemuannya dengan tokoh penting Hamas Saleh Al-Arouri merupakan terobosan nyata sejauh ini.
"Hamas memiliki hak penuh untuk menjadi mitra di semua lembaga rakyat Palestina," ujar dia.
Rajoub juga menegaskan bahwa kelompoknya berusaha untuk membangun kembali kepercayaan dengan Hamas dan menghapus dendam yang disebabkan oleh perbedaan selama 13 tahun terakhir.
Kedua kelompok Palestina itu berselisih sejak Fatah merebut kekuasaan Jalur Gaza pada pertengahan 2007 setelah beberapa hari pertempuran jalanan.
Pada 2017, kedua faksi menandatangani perjanjian rekonsiliasi di Kairo untuk mengakhiri permusuhan dan perpecahan.
Namun, ketentuan-ketentuan perjanjian itu tidak pernah dilaksanakan di tengah perbedaan yang mendalam antara kedua gerakan.