Esra Tekin, Serdar Dincel
20 November 2025•Update: 24 November 2025
ISTANBUL
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa Ankara tengah mendorong dihidupkannya kembali proses perundingan Istanbul mengenai perang Ukraina melalui kerangka kerja yang lebih komprehensif untuk menangani isu-isu paling mendesak dalam konflik tersebut.
Berbicara dalam konferensi pers bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Rabu, Erdogan mengatakan bahwa Türkiye sebelumnya telah menjadi tuan rumah tiga putaran negosiasi antara Rusia dan Ukraina, dengan sejumlah kemajuan yang berhasil dicapai.
“Dalam pertemuan-pertemuan itu, pihak-pihak terkait dapat membahas langsung upaya gencatan senjata dan pembicaraan damai, serta isu-isu militer. Kami menganggap semua ini sebagai langkah-langkah berharga,” ujar Erdogan.
Presiden Erdogan menekankan bahwa pembicaraan di Istanbul merupakan tonggak penting dalam upaya diplomatik di tengah dampak perang yang semakin menghancurkan.
Dia mengatakan meningkatnya serangan terhadap infrastruktur energi serta korban jiwa yang ditimbulkan telah menyebabkan kerusakan besar bagi kedua pihak.
Erdogan juga menyatakan kesiapan Ankara untuk membahas dengan Moskow setiap proposal yang dapat mempercepat tercapainya gencatan senjata dan membuka jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
Turkiye, lanjut dia, mengharapkan semua pihak yang ingin menghentikan pertumpahan darah antara Rusia dan Ukraina mengambil sikap konstruktif terhadap proses Istanbul.
‘Kami menargetkan perdagangan bilateral 10 miliar dolar’
Erdogan mengatakan pertemuan dengan Zelenskyy turut membahas berbagai isu bilateral.
Dia menegaskan kembali komitmen Türkiye terhadap integritas wilayah, kedaulatan, dan kemerdekaan Ukraina, serta menegaskan bahwa dukungan untuk komunitas Tatar Krimea—yang memiliki ikatan sejarah dan budaya khusus dengan Türkiye—akan tetap berlanjut.
Erdogan menambahkan bahwa meskipun situasi perang penuh tantangan, Türkiye tetap menargetkan nilai perdagangan bilateral meningkat menjadi 10 miliar dolar AS.
Ia juga menyampaikan keinginan untuk berkontribusi pada upaya rekonstruksi Ukraina melalui dukungan para pengusaha Turki yang tetap melanjutkan aktivitas mereka di negara tersebut meskipun menghadapi kondisi sulit akibat perang.