Alperen Aktas
20 November 2025•Update: 24 November 2025
ISTANBUL
Rusia kembali membuka peluang untuk melanjutkan pembicaraan damai dengan Ukraina, menyusul ajakan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan untuk menghidupkan kembali upaya negosiasi Istanbul yang sempat terhenti.
Sikap ini menandai sinyal terbaru dari Moskow bahwa diplomasi masih menjadi opsi di tengah konflik yang berkepanjangan.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan bahwa Moskow tetap mendukung dialog dan menolak anggapan bahwa Rusia menjadi penyebab macetnya proses perundingan.
“Moskow terbuka untuk melanjutkan; Moskow terbuka untuk negosiasi,” ujar Peskov seperti dikutip kantor berita TASS.
Dia kembali menuding bahwa kebuntuan terjadi karena ketidakbersediaan pemerintah Kyiv.
Sebelumnya, Erdogan menyatakan bahwa Turkiye meyakini proses Istanbul dapat dihidupkan kembali dengan kerangka komprehensif yang mampu mengatasi persoalan paling mendesak.
Dia mengingatkan bahwa Ankara telah menjadi tuan rumah tiga putaran perundingan Rusia–Ukraina tahun ini, di mana terdapat sejumlah kemajuan dan kedua pihak sempat membahas langsung isu gencatan senjata dan perdamaian.
Erdogan menyebut pertemuan-pertemuan tersebut sebagai tonggak diplomatik penting dan menegaskan kesiapan Türkiye untuk mempertimbangkan setiap usulan dari Moskow yang dapat membuka jalan menuju gencatan senjata serta perdamaian yang adil dan berkelanjutan.