Erdogan: Kelambanan dunia dorong tindakan Turki di Suriah
"Komunitas internasional harus bergabung dengan upaya kami atau mulai menerima pengungsi," kata presiden
Washington DC
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin mengatakan bahwa kegagalan masyarakat internasional untuk membantu Turki mengurus jutaan pengungsi mendorong dilakukan operasi perdamaian di Suriah.
Dalam sebuah artikel yang ditulis untuk The Wall Street Journal, Erdogan mengatakan tidak ada negara yang merasakan penderitaan akibat krisis kemanusiaan lebih parah daripada Turki sejak perang sipil Suriah dimulai pada 2011.
Dia mengatakan Ankara telah mencapai batas kesabarannya dan menambahkan bahwa dunia berulang kali mengabaikan peringatan Turki tentang ketidakmampuannya menangani lebih dari 3,6 juta pengungsi Suriah tanpa dukungan internasional.
"Pemerintahan saya menyimpulkan bahwa masyarakat internasional tidak akan bertindak, jadi kami mengembangkan rencana untuk Suriah utara. Tidak ada rencana alternatif untuk menangani krisis pengungsi, masyarakat internasional harus bergabung dengan upaya kami atau mulai menerima pengungsi," kata Erdogan.
Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada 9 Oktober untuk mengamankan perbatasannya dengan menghilangkan unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.
Menurut Turki, kelompok teroris PKK dan cabangnya YPG/PYD merupakan ancaman terbesar bagi masa depan Suriah, yang membahayakan integritas teritorial dan struktur kesatuan negara.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa dinilai bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.
Erdogan menegaskan bahwa Turki tidak memiliki masalah dengan kelompok etnis atau agama apapun di Suriah.
"Dari sudut pandang kami, semua warga negara Republik Arab Suriah - yang tidak termasuk kelompok teroris - adalah sama. Secara khusus, kami keberatan dengan persamaan PKK dengan Kurdi Suriah," tulis sang presiden.
Erdogan juga mengatakan bahwa Ankara akan memastikan bahwa tidak ada anggota Daesh yang dipenjara tertinggal di wilayah itu.
Dia menyatakan kesiapan Turki untuk bekerja sama dengan negara-negara sumber dan organisasi internasional mengenai rehabilitasi pasangan dan anak-anak dari para pejuang teroris asing.
Teroris asing
Dalam artikel itu, Erdogan juga mengecam sejumlah negara Eropa karena kegagalan mereka menghentikan masuknya pejuang teroris asing pada 2014 dan 2015.
"Mungkin pemerintah negara Eropa tertentu, yang tidak saya kenal namanya, ingin menjelaskan kepada dunia bagaimana salah satu warganya dapat naik pesawat ke Istanbul pada 2014 dengan amunisi hidup di bagasi bawaannya," tulis dia.
"Demikian juga, Prancis yang telah memblokir penjualan senjata ke Turki, tetapi mengapa mereka mengabaikan peringatan awal kami yang disampaikan berulang kali tentang serangan teroris yang akan segera terjadi?" tambah Presiden Turki.
Sebagai tanggapan terhadap kritik Liga Arab terhadap operasi Turki, Erdogan mengatakan pernyataannya tidak mencerminkan pandangan dan sentimen sejati orang-orang Arab.
Dia mengatakan bahwa Liga Arab tidak memiliki legitimasi.
"Karena mereka sangat tidak senang dengan upaya Turki menyatukan kembali para pengungsi Suriah dengan tanah leluhur mereka, berapa banyak korban perang yang telah mereka terima?" tanya Erdogan.
"Berapa banyak kontribusi mereka dalam upaya mengakhiri krisis kemanusiaan di Suriah? Inisiatif politik apa yang mereka dukung untuk menghentikan perang saudara?" tambah dia.
Presiden mengatakan bahwa komunitas internasional gagal mencegah krisis Suriah membawa seluruh wilayah menjadi pusaran ketidakstabilan.
Dia menambahkan bahwa banyak negara harus berurusan dengan efek samping negatif dari konflik, termasuk migrasi ilegal dan peningkatan serangan teroris.
Erdogan menegaskan bahwa Operasi Mata Air Perdamaian merupakan kesempatan kedua untuk membantu Turki mengakhiri perang proksi di Suriah dan memulihkan perdamaian dan stabilitas di kawasan itu.
"Uni Eropa - dan dunia - harus mendukung apa yang Turki coba lakukan," pungkas dia.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
