Beyza Binnur Dönmez
20 April 2022•Update: 21 April 2022
ANKARA
Melalui sebuah percakapan telepon, pemimpin Turki dan Israel pada Selasa membahas peristiwa kekerasan baru-baru ini yang disebabkan oleh kelompok radikal dan pasukan Israel di Palestina.
"Kami sangat sedih atas kenyataan lebih dari 400 warga Palestina terluka dan 18 orang lainnya, termasuk anak-anak, tewas dalam peristiwa kekerasan yang terjadi di Tepi Barat dan Masjid Al-Aqsa sejak awal bulan Ramadhan," kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Twitter tentang percakapannya dengan Presiden Israel Isaac Herzog.
Menyatakan dirinya sedih atas kelompok-kelompok fanatik di Masjid Al-Aqsa pada hari Minggu dan Senin, Erdogan mengulangi seruannya kepada semua orang untuk melakukan upaya terbaik demi menjaga status dan kesucian tempat yang diberkati ini."
"Sementara lebaran (Idul Fitri) harus diadakan dalam suasana meriah, namun kejadian yang ditemui setiap tahun karena beberapa kelompok radikal, telah melukai hati nurani dan menyebabkan reaksi di seluruh dunia Islam," kata presiden Turki.
"Dalam periode sensitif ini, saya ingin menekankan sekali lagi perlunya menjauhkan provokasi dan ancaman terhadap status dan kesucian Masjid Al-Aqsa," tambah dia.
Erdogan juga membahas masalah regional dan hubungan bilateral dengan Herzog.