Muhammad Abdullah Azzam
09 Desember 2021•Update: 13 Desember 2021
TRIPOLI
Dewan Tinggi Negara Libya pada Rabu mengusulkan penundaan pemilihan presiden hingga Februari.
"Semua indikasi saat ini menegaskan bahwa kelanjutan pemilihan presiden tanpa adanya kontrol konstitusional atau hukum yang mengatur pengelolaan panggung. Ini akan menumbangkan seluruh proses politik, dan inilah indikasi yang mulai ditunjukkan," kata Wakil Presiden Dewan Omar Abu Shah pada konferensi pers di Tripoli.
Dia mengumumkan sebuah "inisiatif untuk keluar dari penyumbatan ini dan menghindar agar tidak tergelincir ke dalam ketidakpastian."
Pemilihan presiden dan parlemen Libya ditetapkan pada 24 Desember di bawah perjanjian yang disponsori PBB yang dicapai oleh saingan politik Libya selama pertemuan di Tunisia pada November 2020.
Rakyat Libya berharap bahwa pemilu mendatang akan berkontribusi untuk mengakhiri konflik bersenjata yang telah melanda negara kaya minyak itu selama bertahun-tahun.