29 Desember 2024•Update: 29 Desember 2024
WASHINGTON
Dewan Keamanan PBB menyuarakan keprihatinannya pada hari Jumat tentang situasi di Afghanistan.
"Anggota Dewan Keamanan sangat prihatin dengan dampak negatif berkelanjutan dari kebijakan dan praktik Taliban yang membatasi hak asasi manusia dan kebebasan fundamental perempuan dan anak perempuan terhadap perdamaian, stabilitas, dan pembangunan Afghanistan serta rakyatnya," katanya dalam sebuah pernyataan.
Para anggota berkumpul pada 12 Desember untuk menghadiri pertemuan Dewan Keamanan mengenai Afghanistan, di mana mereka menegaskan kembali komitmen kuat mereka terhadap kedaulatan, kemerdekaan, integritas teritorial, dan persatuan nasional Afghanistan.
Para anggota menekankan perlunya memastikan partisipasi "penuh, setara, bermakna, dan aman" dari perempuan dan anak perempuan di Afghanistan demi masa depan dan pembangunan jangka panjang negara tersebut, dan mendesak Taliban untuk "segera" membalikkan kebijakan dan praktik ini.
Menurut pernyataan tersebut, para anggota juga menyampaikan "keprihatinan mendalam" atas situasi ekonomi dan kemanusiaan yang mengerikan di Afghanistan.
Menegaskan bahwa terorisme merupakan "salah satu ancaman paling serius" terhadap perdamaian dan keamanan di Afghanistan, para anggota tersebut menyerukan Taliban untuk mengambil "tindakan aktif" guna memperkuat upayanya dalam memerangi terorisme.
Mereka menekankan peran penting yang akan terus dimainkan PBB dalam mempromosikan perdamaian dan stabilitas di Afghanistan, dan menyatakan penghargaan atas komitmen jangka panjang PBB untuk mendukung warga Afghanistan.
Mereka menekankan pentingnya mengembangkan peta jalan politik yang akan dibahas dengan semua pemangku kepentingan terkait untuk mencapai Afghanistan yang damai dengan dirinya sendiri dan negara-negara tetangganya, menurut pernyataan itu.
Taliban kembali memerintah Afganistan pada Agustus 2021 setelah lebih dari dua dekade perang.
Pemerintah sementara masih menerapkan berbagai aturan dan kebijakan yang melanggar berbagai hak asasi perempuan dan anak perempuan,
Afghanistan juga menghadapi kelaparan dan risiko kekurangan gizi dan kemiskinan, hampir runtuhnya sistem kesehatan publik nasional, dan bencana alam.