Meryem Goktas
ISTANBUL
Cucu presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan Nelson Mandela melanjutkan warisan kakeknya dengan berusaha untuk meningkatkan kesadaran terhadap perempuan dan anak-anak Suriah yang dipenjara oleh rezim Bashar al-Assad.
Dalam wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency, Zwelivelile Mandla Mandela, kepala Dewan Tradisional Klan Mvezo Afrika Selatan, bersumpah atas dukungannya bagi para wanita dan anak-anak yang terus menderita di penjara-penjara Suriah.
Mandela ikut serta dalam sebuah konferensi di Istanbul pada Rabu yang diselenggarakan oleh Gerakan Hati Nurani, aliansi individu, kelompok hak asasi dan organisasi yang bertujuan untuk mengamankan tindakan mendesak untuk pembebasan perempuan dan anak-anak di penjara rezim Assad Suriah.
Mandela mengatakan bahwa karya Gerakan Hati Nurani Internasional layak diapresiasi karena menyatukan para peserta dari seluruh dunia untuk memberikan suara mereka terhadap kekejaman yang dilakukan setiap harinya terhadap anak-anak dan perempuan yang tak berdaya di Suriah.
Konferensi tersebut - yang diadakan di Istanbul, Turki - mengundang peserta dari 45 negara, termasuk Suriah, Inggris, Afrika Selatan, Ekuador, Qatar, Kenya, Ukraina, Bosnia dan Herzegovina, Brasil, Yunani, Pakistan, Republik Demokratik Kongo dan Malaysia.
“Para perempuan Suriah yang ditahan secara tidak sah mengingatkan kita sebagai orang Afrika Selatan tentang masa lalu brutal kita melawan rezim Apartheid di Afrika Selatan," katanya.
Mengajak komunitas internasional untuk berbicara atas nama perempuan dan anak-anak Suriah yang dipenjara, Mandela mengatakan bahwa itu adalah suara-suara dari komunitas global yang bersatu di balik kampanye pembebasan Mandela yang dipenjara selama 27 dan gerakan anti-apartheid yang memungkinkan Afrika Selatan untuk bebas dan menjadi demokratis.
Gerakan Hati Nurani adalah inisiatif internasional yang didirikan tahun lalu setelah konvoi internasional yang beranggotakan semua wanita menjadi berita utama di seluruh dunia dengan meningkatkan kesadaran akan pelanggaran yang diderita wanita yang dipenjara oleh rezim Assad.
Gerakan ini didukung oleh lebih dari 2.000 LSM dan ribuan orang dari 110 negara.
-Warisan sang kakek
Berbicara tentang peran utama kakeknya dalam memperjuangkan perdamaian, Mandela mengatakan bahwa penting untuk melanjutkan pertarungan yang ditinggalkan kakeknya, yang juga dikenal dengan nama klannya Madiba.
"Madiba adalah juara untuk perdamaian, keadilan dan hak asasi manusia dan sering digunakan untuk mengingatkan kita sebagai keluarga bahwa selama ada satu manusia yang menderita di dunia, perjuangan kita masih jauh dari selesai," katanya.
"Saya ingin mengatakan kepada Gerakan Hati Nurani Internasional bahwa kami dengan tulus berterima kasih kepada mereka karena memberi kami kesempatan untuk menjadi suara bagi perempuan dan anak-anak di Suriah," katanya.
“Tapi kami juga di sini untuk menyerukan semua warga Suriah yang terlantar agar dapat diberi kehormatan untuk kembali ke tanah air mereka dan menjalani gaya hidup yang seperti semula,” tambahnya.
-Dukungan untuk Palestina
"Di Afrika Selatan kami memiliki komunitas yang sangat bersemangat yang terus-menerus mengadvokasi mereka yang tidak memiliki suara," katanya.
“Kakek saya sangat bersemangat dengan perjuangan rakyat Palestina. Pada 1995 ketika dia pergi ke Gaza, dia mengatakan bahwa kebebasan kita tidak lengkap tanpa kebebasan Palestina,” katanya.
Nelson Mandela juga punya hubungan dekat dengan Yasser Arafat, almarhum pemimpin rakyat Palestina.
Afrika Selatan mulai menjalin hubungan diplomatik dengan Palestina pada 1995, setahun setelah berakhirnya pemerintahan minoritas kulit putih.
Sejak itu, pemerintah Afrika Selatan terus kritis terhadap perlakuan Israel terhadap Palestina, termasuk kebijakan permukiman dan ekspansi yang sedang berlangsung di Tepi Barat (Ramallah) yang diduduki dan Yerusalem Timur.
"Menyaksikan orang-orang Palestina dilecehkan dan mengalami kekejaman di tangan rezim Apartheid Israel, karena itu kami ingin mengambil sikap sebagai warga Afrika Selatan dan memanfaatkan pengalaman kami untuk berbagi dengan dunia untuk berbicara bagi mereka yang tidak bersuara," tambahnya.
- Gerakan Wanita 1956
Mandela memberi tahu bagaimana pada gerakan wanita lalu, sang ibu Rayne Rose Mandela-Perry dan menantunya Nodiyala Mandela juga mengambil bagian dalam Konvoi Nurani yang dilakukan oleh para wanita untuk memprotes pelanggaran HAM terhadap perempuan dan anak-anak Suriah yang dipenjara.
Mengingatkan kembali tentang peninggalan Gerakan Wanita 1956 di Pretoria melawan rezim Apartheid yang tidak adil, dengan partisipasi 20.000 perempuan, Mandela menyoroti pentingnya perjuangan yang dipimpin perempuan untuk perdamaian.
"Mereka berada di garis depan perjuangan kita untuk pembebasan, mereka terus berperan sebagai wanita heroik untuk menginspirasi wanita di seluruh dunia untuk tidak pernah lelah dan terus menjadi suara bagi wanita," tambahnya.
Mandela mengimbau perempuan Suriah yang masih ditahan di penjara rezim untuk tetap berani dan terus menginspirasi wanita di seluruh dunia untuk memperjuangkan hak-hak mereka dan untuk memperjuangkan hak asasi manusia.
Menurut Gerakan Hati Nurani, lebih dari 13.500 wanita Suriah telah dipenjara sejak perang sipil Suriah dimulai pada Maret 2011, sementara lebih dari 7.000 wanita masih ditahan, di mana mereka mengalami penyiksaan, perkosaan dan kekerasan seksual.
Suriah baru saja mulai keluar dari konflik dahsyat yang dimulai pada awal 2011, ketika rezim Assad menindak demonstran dengan keganasan yang tak terduga.
Menurut data PBB, ratusan ribu warga sipil terbunuh atau terlantar dalam konflik, terutama oleh serangan udara rezim di daerah-daerah yang dikuasai oposisi.
news_share_descriptionsubscription_contact
