Nanı Afrıda
26 Desember 2019•Update: 26 Desember 2019
Sergio Felipe Garcia Hernandez
KOLOMBIA
Presiden Komisi Hubungan Luar Negeri dan Wakil Kamar Dagang bidang Hubungan Internasional Chili, Jaime Naranjo, mengumumkan pembentukan tim investigasi yang akan menyelidiki dugaan pelecehan seksual yang dilakukan militer negaranya dalam Misi Penjaga Perdamaian PBB di Haiti (MINUSTAH).
"Sangat penting untuk menginvestigasi adanya pelanggaran terhadap anak di bawah umur yang telah terjadi di Haiti. Kami akan memulai investigasi untuk mengklarifikasi apakah militer kami terlibat," kata Naranjo kepada wartawan lokal.
Investigasi terbaru yang diterbitkan di portal akademik The Conversation yang direproduksi oleh surat kabar Amerika The New York Times melaporkan bahwa antara 2004 dan 2017 terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh tentara PBB dalam MINUSTAH terhadap perempuan Haiti.
“Ini adalah salah satu misi PBB paling kontroversial dalam sejarah. Ini telah menjadi fokus dari keluhan ekstensif tentang eksploitasi dan pelecehan seksual. Sejumlah pasukan perdamaian yang berseragam dan tidak berseragam secara mengejutkan telah dikaitkan dengan pelanggaran hak asasi manusia, termasuk eksploitasi seksual, pemerkosaan, dan bahkan kematian ilegal, ” demikian hasil investigasi tersebut.
MINUSTAH didirikan pada 2004 setelah mantan presiden Haiti, Jean Bertrand Aristide, diasingkan pada periode setelah konflik bersenjata yang meluas ke beberapa kota di seluruh negeri.
Publikasi itu juga menyebutkan bahwa tentara di Haiti yang berada dalam MINUSTAH berasal dari Brasil, Uruguay, Argentina dan Chili.