Ekip
27 November 2017•Update: 27 November 2017
Izzet Mazi
KILIS, Turki
Abdulkafi Auni, 12, yang terluka parah setelah tak sengaja bermain bola menggunakan sebuah bom, berangsur-angsur membaik setelah menerima perawatan di Provinsi Kilis, bagian selatan Turki.
Sekira seminggu yang lalu, lima anak-anak terluka parah setelah bermain dengan bom yang mereka temukan terkubur di bawah tanah di Distrik Al-Bab, Provinsi Aleppo, sebelah timurlaut Suriah.
Anak-anak ini kembali ke rumah mereka di pusat kota Al-BAb setelah wilayah ini dibebaskan dari Daesh melalui Operasi Euphrates Shield.
Operasi ini dimulai pada Agustus dan berakhir pada Maret tahun ini, diluncurkan dengan tujuan membatasi ancaman teroris di sepanjang perbatasan Turki-Suriah dengan kekuatan pejuang Tentara Pembebasan Suriah (Free Syrian Army/FSA) dan bantuan pasukan darat dan udara dari Turki.
Setelah ledakan terjadi, anak-anak tersebut dibawa ke rumah sakit terdekat oleh tentara Turki. Abdulkafi Auni yang menderita luka serius segera dilarikan ke Turki dengan ambulans.
Auni menjalani operasi dan dirawat di UGD selama empat hari.
Sementara itu jalanan, rumah, dan sekolah yang rusak mulai digunakan kembali di wilayah pemukiman warga setelah Operasi Euphrates Shield, kata Auni kepada Anadolu Agency.
Auni mengaku sedang bermain dengan kakaknya, anak laki-laki pamannya, dan dua orang temannya seperti sedang liburan sekolah.
"Kami menemukan sesuatu di bawah timbunan tanah. Kami mengambilnya dan mulai memainkannya. Lalu benda itu meledak dan kami semua terluka," kata dia.
Auni mengaku kini keadaannya mulai membaik dan dia berterima kasih kepada semua yang membantu dan merawatnya.
'Tentara Turki tidak meninggalkan masyarakat sendiri'
Ibu Aubi, Aise Hemseri, berkisah dia kehilangan suaminya sepuluh tahun lalu. Kehidupan mereka hancur setelah perang sipil terjadi beberapa tahun kemudian.
Dia berkata, mereka kembali ke negaranya setelah sembilan bulan tinggal di Istanbul bersama delapan anaknya.
"Saya pulang ke rumah seperti yang lain, setelah Turkish Armed Forces membebaskan Jarablus dan Al-Bab dari terorisme dengan bantuan FSA."
Hemseri menambahkan, kehidupan kembali normal dan mereka hidup dengan baik karena bantuan yang diberikan.
"Namun kemudian kami mendapatkan insiden ini. Tentara Turki membawa anak saya yang terluka karena ledakan ke rumah sakit dan mereka menjaganya terus."
Dia juga menyatakan para tentara Turki tak pernah meninggalkan masyarakat sendiri sejak kedatangan mereka ke wilayah tersebut, dan mereka menunjukkan dukungan terus-menerus untuk menjaga kedamaian dan keamanan.