Hayati Nupus
27 Februari 2020•Update: 27 Februari 2020
Barry Ellsworth
TRENTON, Kanada
Pengunjuk rasa terus memblokade kereta api di seantero Kanada pada Rabu, seiring pernyataan Perdana Menteri Justin Trudeau yang menyebut tindakan anggota negara Mohawk di timur Toronto itu “sangat memprihatinkan”.
Para pengunjuk rasa berdiri di rel menghadap kereta yang melaju kencang, kemudian melompat ke lokasi aman pada detik-detik terakhir menjelang kereta lewat.
Mereka mengunggah video menantang itu lewat media sosial Facebook.
Para demonstran juga membakar ban di rel, sementara polisi tampak memindahkan puing-puing.
“Sangat memprihatinkan, mereka membahayakan diri sendiri dan orang lain dengan mencoba mengganggu kereta,” kata Trudeau.
Upaya polisi untuk menghentikan unjuk rasa di Tyendinaga pada Senin dan membuka jalur kereta api menjadi bumerang dan memunculkan blokade lain di seantero negeri.
Di Toronto, polisi menangkap para pengunjuk rasa di rel kereta penumpang pada Rabu pagi.
Blokade yang sudah berlangsung selama tiga pekan itu bertujuan untuk menunjukkan solidaritas para pemimpin herediter Wet’suwet yang menentang pipa gas alam CAN senilai USD6 milyar yang beroperasi melewati wilayah mereka di British Columbia Utara.
Dua puluh kelompok menyetujui proyek ini, termasuk para pemimpin terpilih. Sementara lima lainnya tidak menandatangani.
Para pemimpin kelompok mengatakan tak akan mengakhiri demonstrasi atau membahas penghentian blokade di daerah lain sampai Royal Canadian Mounted Police (RCMP) meninggalkan wilayah mereka dan Coastal GasLink, perusahaan proyek pipa, menghentikan pembangunan.
RCMP berpatroli di British Columbia untuk menghentikan para pengunjuk rasa.
Menteri Keamanan Publik Bill Blair mengatakan RCMP tak bisa mengosongkan daerah tersebut karena penduduk memiliki hak untuk memperoleh layanan polisi.
Sementara itu, pemerintah Trudeau mengatakan blokade merugikan ekonomi Kanada dan harus segera diakhiri.
Menteri Perhubungan Marc Garneau menuturkan polisi akan memberlakukan perintah pengadilan yang dikeluarkan terhadap blokade dan menghentikan unjuk rasa.
Sementara demonstrasi sejauh ini berlangsung damai, ujar Mohawks Khanawake sekitar Montreal dalam siaran pers.
“Menjadi sangat jelas bagaimana penggunaan perintah dan polisi terhadap masyarakat adat hanya mempertahankan tanah mereka sendiri dari pembangunan yang tidak diinginkan, itu tidak akan menghasilkan penyelesaian damai,” kata mereka.
Pada Rabu, pemerintah mengatakan masih berharap untuk bertemu dengan para kepala kelompok untuk membahas bagaimana mengakhiri blokade.