Dunia

Biden siap bertindak jika Rusia pilih eskalasi konflik

'AS tidak ingin terjebak dalam siklus eskalasi dan konflik dengan Rusia,' kata presiden AS

Michael Gabriel Hernandez   | 16.04.2021
Biden siap bertindak jika Rusia pilih eskalasi konflik Kedutaan Besar Rusia di Washington, Amerika Serikat pada 17 Maret 2021. Rusia menarik duta besarnya untuk Washington kembali ke Moskow menyusul komentar Presiden AS Joe Biden yang mengkritik tajam Presiden Rusia Vladimir Putin. (Yasin Öztürk - Anadolu Agency)

Washington DC

Michael Hernandez

WASHINGTON

Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Kamis memperingatkan Rusia bahwa dia siap mengambil tindakan lebih lanjut jika Moskow terus "mengganggu demokrasi AS".

Peringatan itu muncul tak lama setelah AS menjatuhkan sanksi pada puluhan warga dan perusahaan Rusia dan mengusir 10 diplomat Rusia sebagai respons atas upaya Kremlin dalam mengintervensi pemilihan umum AS dan serangan siber besar-besaran yang diduga didalangi Moskow.

Biden mengatakan itu adalah "tanggung jawabnya sebagai presiden Amerika" untuk memberi tanggapan jika Presiden Rusia Vladimir Putin bertindak lebih lanjut.

Meskipun begitu, Biden masih berharap hubungan kedua negara membaik.

"AS tidak ingin terjebak dalam siklus eskalasi dan konflik dengan Rusia. Kami menginginkan hubungan yang stabil dan dapat diprediksi," kata dia di Gedung Putih.

"Sepanjang sejarah panjang persaingan kami, kedua negara mampu menemukan cara untuk meredakan ketegangan," tambah Biden.

Pada Selasa, selama diskusi via telepon dengan Putin, rekan sejawatnya itu menegaskan bahwa Rusia bisa melangkah lebih jauh, tetapi dia memilih untuk tidak melakukannya.

“Dalam diskusi itu, saya menyampaikan keyakinan saya bahwa komunikasi antara kami secara pribadi dan langsung sangat penting dalam mewujudkan hubungan yang lebih efektif,” ungkap Biden.

Keduanya juga membahas tawaran Biden untuk mengadakan pertemuan puncak di Eropa musim panas mendatang untuk membahas isu dan kerja sama bilateral.

"Jika pertemuan puncak itu terealisasi, dan saya yakin itu akan terealisasi, AS dan Rusia dapat meluncurkan dialog stabilitas strategis untuk kerja sama dalam pengendalian dan keamanan senjata," tambah presiden AS.

"Kita dapat mengatasi tantangan global yang membutuhkan kerja sama kedua negara, termasuk menghadapi ancaman nuklir dari Iran dan Korea Utara, mengakhiri pandemi global, dan menghadapi krisis perubahan iklim," kata dia lagi.

Seruan Biden muncul di tengah pengerahan pasukan Rusia di sepanjang perbatasannya dengan Ukraina.

Terkait hal itu, Biden mendesak Putin "untuk menahan diri dari tindakan militer apa pun" dan "sekarang adalah saatnya untuk deeskalasi ketegangan".

"Solusinya dapat dicapai melalui dialog yang bijaksana dan proses diplomatik. AS siap untuk terus bergerak secara konstruktif menuju proses itu," lanjut dia.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın