Türkİye, Dunia, Operasi Mata Air Perdamaian

Berkat operasi kontra-teror Turki, kehidupan di Tal Abyad, Suriah, mulai kondusif

Jalan-jalan di distrik itu kini dipenuhi orang dan kendaraan, tak seperti ketika teroris YPG / PKK menduduki wilayah tersebut

Maria Elisa Hospita  | 24.10.2019 - Update : 24.10.2019
Berkat operasi kontra-teror Turki, kehidupan di Tal Abyad, Suriah, mulai kondusif Tentara Nasional Suriah (SNA) mengibarkan bendera Tentara Nasional Suriah saat mereka melanjutkan operasi melaawan PKK yang terdaftar sebeagai organisasi terosis oleh Turki, AS dan Uni Eropa, dan Milisi Suriah Kurid YPG yang dianggap Turki sebaga kelompok teror, dalam Operasi Mata Air Perdamaian pada 17 Oktober 2019. (Foto file - Anadolu Agency)

Ankara

Mustafa Guclu

TAL ABYAD, Syria 

Kehidupan sudah kembali berjalan normal di distrik Tal Abyad, utara Suriah, pasca operasi kontraterorisme Turki yang dijuluki "Operasi Mata Air Perdamaian".

Dengan tersingkirnya YPG / PKK dan teroris Daesh dari distrik itu, penduduk setempat mulai menjalankan bisnis mereka.

Jalan-jalan kini dipenuhi orang dan kendaraan, tak seperti ketika teroris YPG / PKK menduduki wilayah tersebut.

Namun, hingga saat ini, petugas keamanan masih melakukan penjagaan ketat di area itu untuk memastikan keselamatan penduduk setempat.

Pada 9 Oktober, Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian untuk memberangus teroris dari utara Suriah, mengamankan perbatasan Turki, membantu repatriasi yang aman bagi para pengungsi Suriah, dan menjamin integritas wilayah Suriah.

Kemudian, pada 17 Oktober, delegasi Amerika Serikat yang dipimpin oleh Wakil Presiden Mike Pence berkunjung ke Ankara, di mana mereka bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan membahas operasi antiteror Turki.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Turki menghentikan operasinya di timur Sungai Efrat selama 120 jam untuk memungkinkan penarikan pasukan YPG/PKK dari zona aman.

Pada Selasa, Erdogan dan rekan sejawatnya di Rusia, Vladimir Putin, menggelar pertemuan "bersejarah" di Kota Sochi.

Ankara dan Moskow juga menyepakati bahwa teroris PKK / YPG akan mundur 30 kilometer (19 mil) dari perbatasan Turki dengan Suriah utara dalam waktu 150 jam dan pasukan keamanan dari Turki dan Rusia akan melakukan patroli bersama di sana.

Dalam kampanye terornya melawan Turki selama lebih dari 30 tahun, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian 40.000 jiwa, termasuk perempuan, anak-anak, dan bayi.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.