Bayi tujuh bulan meninggal akibat dingin ekstrem di Jalur Gaza
Jumlah anak yang meninggal karena kedinginan di Gaza sejak awal musim dingin meningkat menjadi sembilan orang
GAZA
Seorang bayi Palestina meninggal dunia akibat cuaca dingin ekstrem di Jalur Gaza, sehingga jumlah anak yang tewas karena kedinginan sejak awal musim dingin tahun ini meningkat menjadi sembilan orang, menurut sumber medis setempat.
Bayi perempuan berusia tujuh bulan bernama Shatha Abu Jarad, warga lingkungan al-Daraj di Gaza City, meninggal pada Selasa (20/1) setelah mengalami henti jantung mendadak yang dipicu suhu dingin yang sangat rendah.
Sumber medis mengatakan kondisi tersebut diperparah oleh keterbatasan fasilitas perlindungan dan pemanas di tempat tinggal korban.
Kematian terbaru ini terjadi di tengah memburuknya kondisi kemanusiaan yang dihadapi warga Palestina di Gaza. Banyak keluarga terpaksa tinggal di tenda-tenda darurat atau tempat penampungan yang padat dan tidak layak huni.
Keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar, seperti selimut, pakaian hangat, dan sarana pemanas, semakin memperparah dampak cuaca dingin bagi warga, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Situasi tersebut merupakan dampak lanjutan dari perang Israel di Gaza yang telah berlangsung selama dua tahun dan menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur serta layanan dasar di wilayah tersebut.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
