İqbal Musyaffa
04 November 2019•Update: 05 November 2019
Bangkok
Amerika Serikat (AS) menyampaikan kepada ASEAN bahwa China menggunakan intimidasi untuk mencoba menghentikan negara-negara ASEAN mengeksploitasi sumber daya alamnya.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Penasihat Keamanan Nasional AS Robert C. O’Brien yang hadir mewakili Presiden Donald Trump dalam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-AS di Bangkok, Senin.
“China menghalangi akses ASEAN ke sumber daya minyak dan gas senilai USD2,5 triliun di Laut China Selatan,” ujar O’Brien.
Dia mengatakan taktik ini bertentangan dengan aturan dan penghormatan serta keadilan terhadap hukum internasional.
Menurut O'Brien, ASEAN tidak tertarik dengan gaya kekaisaran seperti China dan sebagai negara besar yang memerintah negara-negara ASEAN di Laut China Selatan
O’Brien menegaskan bahwa AS membantu negara-negara ASEAN untuk menegakkan kedaulatan mereka.
Dia menambahkan dalam 3 tahun terakhir AS telah menyediakan lebih dari USD1,3 miliar dalam membantu keamanan di Indo-Pasifik yang sebagian besar untuk Asia Tenggara.
Dia mengatakan pada September lalu AS mengadakan co-host latihan maritim ASEAN-AS pertama kali dengan Thailand yang menampilkan 8 kapal angkatan laut dan penjaga pantai dengan lebih dari 1.000 pelaut dari 10 negara ASEAN dan AS.
“ASEAN memainkan peran penting untuk menegakkan sanksi AS yang mendorong Korea Utara untuk memenuhi komitmen mereka untuk melakukan denuklirisasi sepenuhnya,” lanjut O’Brien.
Dia mengatakan denuklirisasi Korea Utara baik untuk Asia dan dunia, terutama juga baik untuk Korea Utara.