Safvan Allahverdi
26 Desember 2017•Update: 27 Desember 2017
Safvan Allaverdi
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) akan mengurangi pendanaannya untuk PBB sebesar $ 285 juta untuk tahun fiskal mendatang, utusan AS Nikki Haley untuk PBB mengumumkan Minggu malam.
"Inefisiensi dan overspending di PBB sudah terkenal. Kita tidak akan lagi membiarkan kemurahan hati rakyat Amerika dimanfaatkan atau [dana itu] tetap tidak terkendali," kata Nikki Haley dalam sebuah pernyataan.
"Pengurangan pengeluaran yang cukup historis ini - selain banyak langkah lain menuju PBB yang lebih efisien dan akuntabel lainnya - merupakan langkah besar ke arah yang benar," dia menambahkan.
Pengumuman tersebut diumumkan sesaat setelah negara-negara anggota PBB memilih untuk menentang keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 orang tersebut bertemu minggu lalu untuk sebuah sesi khusus darurat yang cukup langka untuk membahas keputusan Trump.
Tidak seperti di Dewan Keamanan, di Majelis Umum, Amerika Serikat tidak memiliki hak veto. Sebanyak 128 anggota memilih resolusi tersebut, 9 negara menolaknya dan 35 lainnya abstain. Sementara sebanyak 21 negara memilih untuk tidak memberikan suara.
Sebagai tanggapan atas kekalahnnya, Trump mengancam anggota PBB bahwa dia akan menahan miliaran dolar bantuan ke negara-negara yang memilih untuk mendukung resolusi yang menentang keputusan AS.
"Mereka mengambil ratusan juta dolar dan bahkan miliaran dolar, dan kemudian mereka memberikan suara menentang kita Baik kita melihat suara itu. Biarkan mereka memberikan suara melawan kita. Kita akan menghemat banyak Kita tidak peduli,” kata Trump.
Haley juga mengancam anggota PBB mengenai pemungutan suara tersebut, dengan mengatakan bahwa akan ada konsekuensinya dan dia akan "mengambil nama" negara-negara yang memilih resolusi tersebut.
AS saat ini berkontribusi 22 persen dari anggaran PBB atau sekitar $ 3,3 miliar per tahun.