Muhammad Abdullah Azzam
30 September 2020•Update: 30 September 2020
Rabia Iclal Turan
ANKARA
Washington "sangat" mendukung dialog antara dua sekutu NATO, Turki dan Yunani, ungkap Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo pada Selasa selama kunjungan dua hari ke Yunani.
Berbicara pada konferensi pers dengan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis di Teluk Souda, pangkalan angkatan laut AS di pulau Kreta, Pompeo mendorong kedua negara untuk melanjutkan pembicaraan yang disponsori oleh NATO secepat mungkin.
"Dua hari lalu saya berbicara dengan Sekretaris Jenderal [NATO] Stoltenberg tentang kemajuan yang dibuat di markas NATO," kata Pompeo.
"Dan kami berharap pembicaraan ini dapat berlanjut dengan cara yang serius," lanjut dia.
"AS juga sangat percaya, pengembangan Mediterania Timur harus mendorong kerja sama dan memberikan landasan bagi ketahanan energi yang tahan lama dan kemakmuran ekonomi di seluruh kawasan," ujar Pompeo.
"Kerja sama keamanan kami hari ini sangat penting karena Rusia terus mengguncang kawasan, terutama di Libya, di mana AS menyerukan penarikan semua pasukan militer asing dan dukungan untuk de-eskalasi militer, dan untuk rekonsiliasi Libya," imbuh dia.
Menlu AS itu pada Senin bertemu dengan Menlu Yunani Nikos Dendias, dan mereka membahas kerja sama energi dan ketegangan baru-baru ini di Mediterania Timur.
"Saya menegaskan kembali dukungan AS untuk upaya berkelanjutan yang ramah untuk mendiversifikasi rute dan pasokan energi di seluruh kawasan, pasar bebas harus membuat keputusan tentang pasokan energi, bukan Gazprom Rusia," tukas Pompeo.
Sementara itu, PM Yunani Mitsotakis mengkritik aktivitas Turki di wilayah tersebut, namun dia juga mengatakan dirinya optimis bahwa "waktu untuk diplomasi telah tiba".
Delegasi militer Turki dan Yunani mengadakan pembicaraan teknis putaran keenam pada Selasa sore di markas NATO di Brussel untuk membahas masalah Mediterania Timur, menurut laporan dari Kementerian Pertahanan Nasional Turki.
Pembicaraan itu, yang bertujuan untuk mengurangi risiko insiden di tengah meningkatnya ketegangan di Mediterania Timur, direncanakan setelah percakapan telepon antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg.
Putaran pertama pembicaraan diadakan pada 10 September.
-Konflik Azerbaijan-Armenia
Pompeo juga mengatakan dirinya juga membahas dengan sejawatnya dari Yunani tentang ketegangan yang meningkat antara Azerbaijan dan Armenia atas perselisihan Karabakh.
"Kedua belah pihak harus menghentikan kekerasan dan bekerja sama dengan Grup Minsk untuk kembali ke negosiasi substantif secepat mungkin," desak dia.
Pompeo tiba di kota Yunani, Thessaloniki, pada Senin pagi untuk kunjungan kedua dalam waktu kurang dari setahun, lalu melanjutkan kunjungan ke empat negara di Eropa.
Setelah singgah di Yunani, Pompeo akan mengunjungi Italia, Vatikan dan Kroasia.